Mediacirebon.id – Tim Maung Presisi 851 Sat Samapta Polres Cirebon Kota menggagalkan rencana aksi tawuran sekelompok pemuda yang membawa senjata tajam di wilayah pesisir, Minggu (02/05/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.
Patroli yang menyasar titik-titik rawan tersebut langsung bergerak menuju lokasi yang diinformasikan warga, dan mendapati sekelompok pemuda tengah berkumpul dengan gerak-gerik mencurigakan.
Kasat Samapta Polres Cirebon Kota AKP Joni, S.H menjelaskan, petugas mengamankan sejumlah pemuda yang diduga hendak melakukan tawuran dengan identitas berinisial S.M.A (22) warga Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon, M.S.F.A (16) pelajar, M.R.I (23) asal Kesambi Kota Cirebon, serta H (22) asal Gunung Jati Kabupaten Cirebon.
“Menindaklanjuti laporan masyarakat dengan mendatangi lokasi dan melakukan tindakan kepolisian secara cepat dan terukur, sehingga potensi gangguan dapat dicegah sebelum benar-benar terjadi di lapangan,” katanya.
Selain mengamankan para terduga pelaku, petugas juga menemukan barang bukti berupa empat bilah senjata tajam jenis celurit panjang yang diduga akan digunakan dalam aksi tawuran tersebut, serta tiga unit sepeda motor yang digunakan untuk mobilisasi para pelaku menuju lokasi.
“Pelaku beserta barang bukti untuk dibawa ke Mako Polres Cirebon Kota guna pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.
Sementara itu, dalam patroli yang sama di lokasi berbeda, petugas juga mengamankan tiga pemuda yang diduga hendak melakukan balap liar di kawasan Jalan Kalijaga dengan identitas R.R (23) laki-laki asal Harjamukti Kota Cirebon, A.G (16) laki-laki pelajar, serta K.A (15) laki-laki pelajar, yang kemudian turut diamankan bersama dua unit sepeda motor sebagai barang bukti.
Upaya patroli yang dilakukan secara intensif ini menjadi bagian dari langkah preventif kepolisian dalam menjaga keamanan wilayah, khususnya pada jam-jam rawan yang kerap dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk melakukan aktivitas yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Polres Cirebon Kota juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya agar tidak terlibat dalam kegiatan negatif seperti tawuran maupun balap liar yang berpotensi merugikan banyak pihak. (Why)
