Mediacirebon.id – Mantan kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cirebon Sri Lakshmi Stanyawati membantah bahwa Wakil Walikota Cirebon Siti Farida tidak dilibatkan dalam proses mutasi dan rotasi pada Senin (4/5/2026)
Sri bilang bahwa pihaknya mengundang Wakil Walikota Cirebon untuk membahas mutasi dan rotasi sebelum final ke Walikota Cirebon. Namun wawali tidak bisa hadir karena berhalangan ada keperluan mendesak.
“Sudah saya sampaikan ikut membahas tapi beliau (wawali) tidak bisa hadir jadi kami lanjut pembahasan dengan komite talenta yang diketuai mantan Pj Sekda Sumanto,” kata Sri kepada wartawan, Kamis (7/5/2026)
Dalam proses mutasi dan rotasi kata Sri yang sekarang menjabat Asisten Administrasi Umum Setda Kota Cirebon, pihaknya menggunakan Sistem Informasi Manajemen Talenta Terintegrasi dan Mudah (SI MANTAN TERINDAH).
“Sistem ini bekerja sama dengan BKN, dan berfokus pada pengembangan talenta serta pemenuhan kebutuhan SDM berkinerja tinggi. Jika kinerja rendah maka otomatis ditolak oleh BKN,” ujar Sri.
Sri memastikan, mutasi dan rotasi yang dilakukan oleh Pemkot Cirebon sangat transparan dan akuntabel. Sehingga mereka yang dirotasi sudah berdasarkan kinerja dan sesuai dengan kepangkatan.
Diberitakan sebelumnya,PKB Kota Cirebon berang atas sikap Walikota Cirebon Effendi Edo yang tidak melibatkan Wakil Walikota Cirebon Siti Farda dalam merumuskan rotasi mutasi pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon beberapa hari lalu.
PKB Kota Cirebon menilai Walikota Cirebon Effendi Edo melanggar komitmen yang dibangun saat akan pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Cirebon dua tahun lalu. Apalagi wawali kerap ditinggal dalam pembahasan isu strategis di pemerintahan.
Ibas juga mengaku ada kebekuan komunikasi antar partai pengusung pasangan Effendi Edo-Siri Farida. Selama ini pihainya jarang diajak komunikasi dalam mewujudkan visi misi pasangan walikota dan wawali kota ini.
