Close Menu
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Media Cirebon
Home » Agar Bansos Tepat Sasaran, Rumah Warga Mampu Ditempel Stiker

Agar Bansos Tepat Sasaran, Rumah Warga Mampu Ditempel Stiker

Thursday, 8 January 2026
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
gambar ilustrasi IA rumah keluarga mampu penerima bansos di pasang stiker
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Mediacirebon.id – Rumah keluarga mampu seharusnya perlu dipasang stiker. Agar penerima bansos di Kabupaten Cirebon tepat sasaran. Mengingat Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN) masih carut marut.  

Demikian dikatakan Ketua Forum Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) Kabupaten Cirebon, Dr. Iis Krisnandar kepada wartawan, Kamis (8/1/2026)

‎”Pada zaman saya ditempel. Sekarang pemerintah daerahnya kurang ada peduli terhadap warga miskin,” ujar Iis.

‎Iis mencontohkan proses verifikasi penerima bansos seharusnya dilakukan secara terbuka di tingkat desa. Rumah warga yang tergolong mampu dapat ditandai agar tidak lagi menerima bantuan.

‎”Contohnya mengenai verifikasi orang-orang yang memang mampu dicat saja rumahnya atau di tempelin stiker,” katanya.

Lihat Juga :  YesPreneur, Wadah UMKM Kembangkan Usaha Berbasis Kearifan Lokal

Bukan hanya itu, dia mendesak ‎Ia data penerima bansos di tingkat desa diumumkan secara terbuka atau dipajang di papan pengumuman desa. Cara ini memberi ruang bagi masyarakat untuk ikut mengoreksi data.

“Jadi warga bisa menilai mana yang salah dan mana yang memang benar-benar harus menerima bansos,” tegasnya.

‎Iis mendorong pembaruan data dilakukan secara priodik rdan diumumkan kembali ke publik. Seluruh penerima bantuan, mulai dari BPJS, BPNT, hingga bansos lainnya, dinilai perlu dipajang di papan pengumuman desa.

‎Iis menilai keterbukaan data akan mendorong partisipasi warga dalam memperbaiki validitas penerima bantuan.

Lihat Juga :  Eksepsi Grage Mall Ditolak, Tuntutan Karyawan di PHI Berlanjut

‎”Biasanya masyarakat di desa kepingin tahu nih. Karena untuk memperbaharui data harus ada protes. Coret yang kaya, yang miskin masuk,” kata dia melanjutkan.

‎Iis menegaskan sistem tertutup justru membuat kesalahan data terus berulang. Ia mengaku pernah mengumumkan penerima bansos dari kalangan aparatur negara hingga tenaga medis.

‎”Tapi kalau itu diam-diam ya enggak mungkin bisa, harus terbuka. Waktu zaman saya, saya umumkan ada PNS yang menerima bansos juga saya umumkan. Waktu itu ada 33 dokter juga dapat bansos saya umumkan, akhirnya kan dia malu,” pungkasnya. (Why)

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Pemprov Jabar Revitalisasi Jembatan Gantung Cempaka

Saturday, 25 April 2026 Utama

Musim Panen, Bulog Cirebon Serap Gabah Petani 159.047 Ton

Saturday, 25 April 2026 Utama
Terbaru
  • Pemprov Jabar Revitalisasi Jembatan Gantung Cempaka
  • Musim Panen, Bulog Cirebon Serap Gabah Petani 159.047 Ton
  • Drone Sprayer Mampu Semprot Lahan Pertanian Hingga 8 Hektare
  • Pemkab Cirebon Berangkatkan 441 Calon Jemaah Haji
  • Sampai April 2026 OJK Cirebon Terima 600 Aduan
  • Pengusaha Muda, Abdikan Diri untuk Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.