Mediacirebon.id – Selama musim panen Bulog Cirebon menyerap 159.047 ton gabah dari petani di wilayah 3 Cirebon. Bulog Cirebon membeli gabah dari petani dengan harga Rp6.500 per kilogram.
Gabah yang diserap kemudian diolah menjadi beras untuk mendukung berbagai program pemerintah, seperti Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan, hingga penanganan bencana.
“Serapan gabah yang paling banyak berasal dari Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Cirebon,” kata Pemimpin Cabang Bulog Cirebon, Imam Mahdi kepada wartawan, Sabtu (25/4/2026)
Masih kata Imam, tingginya serapan berdampak pada kapasitas gudang yang hampir penuh, bahkan Bulog terpaksa menyewa gudang tambahan di sejumlah daerah.
“Gudang kami sudah penuh jadi terpaksaa menyewa tempat untuk menyimpan stok beras,” tegasnya.
Imam memastikan, stok beras yang tersimpan di gudang mencapai 158.703 ton. Stok beras tersebut, cukup untuk meredam gejolak harga, menghadapi kondisi darurat, serta mendukung program bantuan pemerintah.
“Semoga cadangan beras yang kami memiliki cukup untuk menjaga harga tetap stabil,” ujarnya,
Capaian ini tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari petani, pemerintah daerah, hingga pemangku kepentingan lainnya.
Ketersediaan stok yang melimpah juga menjadi kelanjutan dari keberhasilan tahun sebelumnya dalam menjaga ketahanan pangan nasional. (Why)
