Mediacirebon.id – Walikota Cirebon menunjuk Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Giri Nata (PAM-TGN) sebagai. Pelaksana tugas (Plt) Dirut. Agus Salim diberitugas selama 6 bulan menata perusahaan milik pemerintah daerah ini.
Kepada wartawan Agus mengaku cukup tugas yang diemban cukup berat. Namun demikian dia akan menjalankan dengan penuh tanggungjawab dan menjalankan roda perusahaan sesuai aturan.
“Saya ikuti aturan yang ada di PAM-TGN apalagi hanya sebatas Plt. Dalam Surat Kepurusan (SK) sampai 6 bulan,” kata Agus kepada wartawan, kamis (5/3/2026)
Dia mengklaim PAM-TGN tuntas menyelesaikan sambungan air ke wilayah utara Kota Cirebon. Tugas selanjutnya menyelesaikan sambungan di wilayah selatan Kota Cirebon. Evelasi tanah jadi salah satu kendala setelah sumber air.
“Sambungan baru pelanggan di Kesunean, Cangkol dan Pesisir sudah selesai. Rencananya selanjutnya sambungan baru untuk wilayah Argasunya dan sekitarnya,” jelas Agus.
Bukan hanya sambungan baru, pihaknya diminta untuk mengurangi kebocoran air. Pasalnya persoalan kebocoran air menjadi persoalan yang tidak pernah selesai setiap tahun.
“Minta kebocoran air ditekan. Data terakhir kebocoran mencapai 30 persen. Kami akan beruaaha meminimalisir,” ungkapnya.
Walikota juga berpesan agar PAM-TGN mengembangkan bisnis dengan melibatkan pihak ketiga. Sejalan dengan itu, pihaknya sudah memiliki rencana kerja sampai 2030. Artinya rencana kerja menjadi acuan dalam menjalankan tugas melayani air untuk pelanggan.
“Kami sudah ada rencana kerja tahun 2026 sampai 2030. Jadi itu yang menjadi pedoman kami,” paparnya.
Tidak dipungkiri kata Agus, tantangan PAM-TGN hingga saat ini, kebutuhan air pelanggan sepenuhnya bergantung pada skema kerja sama Government to Government (G2G) dengan Kabupaten Kuningan.
“Kita tidak punya sumber air sendiri. Kita membeli air dari Kuningan untuk diolah dan didistribusikan. Jika pasokan dari sana terganggu, operasional kita otomatis terdampak signifikan,” jelasnya (Why)
