Close Menu
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Media Cirebon
Home » Tugas Plt Dirut PAM-TGN, Tekan Kebocoran dan Tingkatkan Layanan

Tugas Plt Dirut PAM-TGN, Tekan Kebocoran dan Tingkatkan Layanan

Thursday, 5 March 2026
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Giri Nata (PAM-TGN) sebagai. Pelaksana tugas (Plt) Dirut. Agus Salim
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Mediacirebon.id – Walikota Cirebon menunjuk Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Giri Nata (PAM-TGN) sebagai. Pelaksana tugas (Plt) Dirut. Agus Salim diberitugas selama 6 bulan menata perusahaan milik pemerintah daerah ini.

Kepada wartawan Agus mengaku cukup tugas yang diemban cukup berat. Namun demikian dia akan menjalankan dengan penuh tanggungjawab dan menjalankan roda perusahaan sesuai aturan.

“Saya ikuti aturan yang ada di PAM-TGN apalagi hanya sebatas Plt. Dalam Surat Kepurusan (SK) sampai 6 bulan,” kata Agus kepada wartawan, kamis (5/3/2026)

Dia mengklaim PAM-TGN tuntas menyelesaikan sambungan air ke wilayah utara Kota Cirebon. Tugas selanjutnya menyelesaikan sambungan di wilayah selatan Kota Cirebon. Evelasi tanah jadi salah satu kendala setelah sumber air.

Lihat Juga :  Penguatan Pemberdayaan Masyarakat Jadi Prioritas Pembangunan 2022

“Sambungan baru pelanggan di Kesunean, Cangkol dan Pesisir sudah selesai. Rencananya selanjutnya sambungan baru untuk wilayah Argasunya dan sekitarnya,” jelas Agus.

Bukan hanya sambungan baru, pihaknya diminta untuk mengurangi kebocoran air. Pasalnya persoalan kebocoran air menjadi persoalan yang tidak pernah selesai setiap tahun.

“Minta kebocoran air ditekan. Data terakhir kebocoran mencapai 30 persen. Kami akan beruaaha meminimalisir,” ungkapnya.

Walikota juga berpesan agar PAM-TGN mengembangkan bisnis dengan melibatkan pihak ketiga. Sejalan dengan itu, pihaknya sudah memiliki rencana kerja sampai 2030. Artinya rencana kerja menjadi acuan dalam menjalankan tugas melayani air untuk pelanggan.

Lihat Juga :  HUT ke-80 RI, Daop 3 Cirebon Sediakan 2.560 Tiket Tambahan

“Kami sudah ada rencana kerja tahun 2026 sampai 2030. Jadi itu yang menjadi pedoman kami,” paparnya.

Tidak dipungkiri kata Agus, tantangan PAM-TGN hingga saat ini, kebutuhan air pelanggan sepenuhnya bergantung pada skema kerja sama Government to Government (G2G) dengan Kabupaten Kuningan.

“Kita tidak punya sumber air sendiri. Kita membeli air dari Kuningan untuk diolah dan didistribusikan. Jika pasokan dari sana terganggu, operasional kita otomatis terdampak signifikan,” jelasnya (Why)

 

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Ingin Mediasi, Kuasa Hukum HSG Bantah Selingkuh

Wednesday, 22 April 2026 Utama

Selly: Terima Kasih Polri, Buronan Kasus Korupsi Bansos Berhasil Ditangkap

Wednesday, 22 April 2026 Utama
Terbaru
  • Bongkar Rel KA Zaman Belanda Bikin Gaduh, Walikota Minta Maaf
  • Ingin Mediasi, Kuasa Hukum HSG Bantah Selingkuh
  • Selly: Terima Kasih Polri, Buronan Kasus Korupsi Bansos Berhasil Ditangkap
  • Diduga Selingkuh, Kades Kedungjaya Laporkan Anggota DPRD Kota Cirebon ke Polisi
  • Kabur ke Lampung, DPO Korupsi Bansos PKH Desa Mundu Berhasil Dirungkus
  • Ruas Jalan Kartini Kota Cirebon Akan Diaspal, Anggaran Rp4 Miliar
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.