Close Menu
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Media Cirebon
Home ยป Sebelum Longsor, Warga Pernah Mengeluh ke Walikota Cirebon

Sebelum Longsor, Warga Pernah Mengeluh ke Walikota Cirebon

Thursday, 19 June 2025
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Warga Kopilihur, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti meminta solusi kepada Pemkot Cirebon terkait penutupan bekas tambang Galian C.
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Mediacirebon.id – Warga Kopilihur, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti pernah meminta solusi kepada Pemkot Cirebon terkait penutupan bekas tambang Galian C.

Keluhan disampaikan kepada Walikota Cirebon pada Senin (2/6/2025) atau dua pekan sebelum terjadinya longsor di Kedungjumbleng, Kelurahan Argasunya yang menewaskan 2 penggali pada Rabu (18/6/2025) kemarin.

Salah satiu warga RW 08 Kopiluhur, Mimin menyampaikan, suaminya menambang di bekas galian C sejak lama. Meski bahaya menghantui, namun tetap dilakukan karena desakan ekonomi.

“Suami sejak masih muda sampai sekarang menambang pasir. Sudah jadi mata pencarian utama warga sekitar,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (19/6/2025)

Lihat Juga :  Komunitas GMC Tambal Jalan Ciremai Raya Kota Cirebon

Menurut Mimin, suaminya menambang bukan di lahan ilegal. Namun sudah diizinkan oleh pemilik lahan. Dari hasil menambang pasir, upah yang diterima Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu per hari.

Masih menambang karena uangnya digunakan untuk biaya pendidikan dan menghidupi keluarga,” ujarnya.

Waktu itu, Walikota Cirebon Effendi Edo langsung merespon keluhan warga tersebut. Edo memerintahkan perangkat daerah terkait untuk mendata warga yang hidupnya masih berhantung dari eks tambang galian C.

Lihat Juga :  58 Persen Tiket KA Terjual Selama Angkutan Mudik di Daop 3 Cirebon

“Didata kemudian ditawarkan pekerjaan di TPA Kopiluhur atai pekerjaan lain. Yang penting tidak lagi menambang,” katanya.

Sementara itu, Lurah Argasunya Mardiansyah mengatakan, warga sudah banyak beralih profesi dari penambang menjadi penambang. Warga pindah profesi lantaran beresiko nyawa.

“Sebenarnya sudah banyak berprindah profesi. Tapi masih ada hanya sedikit, itupun tidak setiap hari,” tuturnya. (Why)

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

SK TACB Sudah Kadaluarsa, Ini Kata Walikota Cirebon

Monday, 27 April 2026 Utama

Gali Tanah Buat Saluran Air, Tukang Bangunan Temukan Granat

Monday, 27 April 2026 Utama
Terbaru
  • SK TACB Sudah Kadaluarsa, Ini Kata Walikota Cirebon
  • Gali Tanah Buat Saluran Air, Tukang Bangunan Temukan Granat
  • Kritik Rel Kuno Kalibaru, Ternyata TACB Kota Cirebon sudah Kadaluarsa
  • Pemprov Jabar Revitalisasi Jembatan Gantung Cempaka
  • Musim Panen, Bulog Cirebon Serap Gabah Petani 159.047 Ton
  • Drone Sprayer Mampu Semprot Lahan Pertanian Hingga 8 Hektare
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.