Close Menu
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Media Cirebon
Home » Pemda Kota Cirebon Andalkan Batik Ecoprint pada Lomba Dekranasda Jabar

Pemda Kota Cirebon Andalkan Batik Ecoprint pada Lomba Dekranasda Jabar

Monday, 9 May 2022
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Mediacirebon.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon andalkan produk batik ecoprint pada lomba antar Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) tingkat Jawa Barat.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Iing Daiman, S.I.P., M.Si., menjelaskan saat ini tengah berlangsung lomba antar Dekranasda tingkat Provinsi Jabar.

“Masing-masing kota dan kabupaten di Jabar diminta untuk membuat video pendek mempromosikan pariwisata dan produk unggulan daerahnya masing-masing,” ungkap Iing, Senin (9/5/2022) di Balai Kota Cirebon.

Untuk wisata, Kota Cirebon mengandalkan Keraton Kasepuhan, Balai Kota Cirebon, dan Pantai Kejawanan.

Sedangkan untuk produk unggulan yang ramah lingkungan, Kota Cirebon mengandalkan batik ecoprint.

Seperti diketahui, ecoprint berasal dari kata eco atau ekosistem yang berarti lingkungan hayati atau alam dan print yang berarti cetak.

Lihat Juga :  Ratusan Tanah Warga Sukapura Masih Tercatat di Kabupaten Cirebon

Batik ecoprint dibuat dengan cara mereplika tumbuhan ke dalam kain untuk menciptakan warna dan motif yang menarik. Bagian tumbuhan yang digunakan untuk batik ini pun beragam, bisa daun, bunga, batang, ranting, serta bagian tanaman lainnya.

“Batik ecoprint dari Kota Cirebon memiliki keunikan tersendiri,” ujar Iing.

Di antaranya, sambung Iing, motifnya yang masih mengandung unsur mega mendung serta beberapa bahan yang terbuat dari daun jati.

Digunakannya daun jati dalam batik ecoprint sekaligus sebagai pesan moral dan dan promosi bahwa daun  jati merupakan pembungkus nasi jamblang, kuliner khas Cirebon. “Batik ini ramah lingkungan,” katanya.

Batik ecoprint dibuat oleh warga Kota Cirebon sekitar dua tahun yang lalu. Pandemi Covid-19, lanjut Iing, tidak menyurutkan kreativitas. Bahkan seorang ibu rumah tangga bisa membuat batik ecoprint yang memiliki peluang yang bagus.

Lihat Juga :  Anggota DPRD Erry Yudistira Serap Aspirasi Warga RW 14 Kalijaga

Sebenarnya, lanjut Iing, Kota Cirebon juga sudah memiliki batik story kriyan yang menggunakan pewarna alam yang juga ramah lingkungan.

Namun batik tersebut sudah pernah ditampilkan di depan Gubernur Jawa Barat. Hingga akhirnya tahun ini dipilih batik ecoprint untuk ikut serta dalam ajang promosi wisata dan produk unggulan ramah lingkungan untuk lomba antar Dekranasda Provinsi Jabar.

Pada tapping video yang dilakukan hari ini melibatkan banyak unsur, termasuk Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cirebon. Pengambilan video juga dilakukan menggunakan citros atau tourism on bus yang membuat traveling ke lokasi-lokasi wisata di Kota Cirebon semakin mudah. (Why/Adv)

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Pemprov Jabar Revitalisasi Jembatan Gantung Cempaka

Saturday, 25 April 2026 Utama

Musim Panen, Bulog Cirebon Serap Gabah Petani 159.047 Ton

Saturday, 25 April 2026 Utama
Terbaru
  • Pemprov Jabar Revitalisasi Jembatan Gantung Cempaka
  • Musim Panen, Bulog Cirebon Serap Gabah Petani 159.047 Ton
  • Drone Sprayer Mampu Semprot Lahan Pertanian Hingga 8 Hektare
  • Pemkab Cirebon Berangkatkan 441 Calon Jemaah Haji
  • Sampai April 2026 OJK Cirebon Terima 600 Aduan
  • Pengusaha Muda, Abdikan Diri untuk Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.