Close Menu
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Media Cirebon
Home » ISIF Cirebon Gelar FGD, Soroti Limbah Program Makan Bergizi Gratis

ISIF Cirebon Gelar FGD, Soroti Limbah Program Makan Bergizi Gratis

Saturday, 4 October 2025
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
menggelar Forum Group Discussion (FGD) di Kampus ISIF, Jalan Swasembada, Majasem, Kota Cirebon
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Mediacirebon.id – Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon menggelar Forum Group Discussion (FGD) di Kampus ISIF, Jalan Swasembada, Majasem, Kota Cirebon, Sabtu (4/10/2025).

Forum ini membahas pemanfaatan limbah dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Untuk menekankan resiko pencemaran, serta memberi manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

Direktur Staf Studi Lingkungan Sosial Fahmina, Abdul Malik, menyampaikan bahwa FGD ini bertujuan mendorong pengelola dapur MBG serta pemerintah agar lebih serius melakukan evaluasi terhadap pengelolaan makanan dan limbah.

Lihat Juga :  Bantu Pasien Covid-19, Anggota Polresta Cirebon Donor Plasma Konvalesen

“Selain isu keracunan makanan, masalah sampah dari dapur MBG juga harus diperhatikan. Limbah yang muncul bukan hanya organik, tapi juga sisa minyak, sabun cair, hingga bahan kimia lain yang bisa merusak air tanah,” jelas Malik.

Menurutnya, jika dikelola dengan baik, limbah MBG dapat dimanfaatkan untuk menciptakan ekosistem lingkungan yang sehat sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat, misalnya melalui pengolahan pakan ternak.

Sementara itu, Konsultan Peternakan Rona Ayudya menyoroti pentingnya Quality Control (QC) dalam pengelolaan dapur MBG.

“Limbah dapur sebenarnya masih bisa dimanfaatkan, misalnya untuk bahan tambahan pakan ternak atau ikan. Tapi syaratnya harus diolah dengan benar agar tidak menimbulkan bau, lalat, atau gangguan kesehatan,” ujarnya.

Lihat Juga :  Lepas 358 Calhaj, Wali Kota Cirebon Titip Doakan Kota Cirebon

Dari aspek kesehatan, Staf Seksi Kesehatan Lingkungan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Farid Ma’ruf, menambahkan bahwa hingga 30 September 2025 belum ada laporan kasus keracunan akibat program MBG di Kabupaten Cirebon.

“Kami mencatat ada 32 permohonan rekomendasi standar laik higiene sanitasi (SLHS) dari SPPG/MBG, dengan 18 di antaranya masih dalam proses,” terangnya. (Aap)

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Kritik Rel Kuno Kalibaru, Ternyata TACB Kota Cirebon sudah Kadaluarsa

Sunday, 26 April 2026 Utama

Pemprov Jabar Revitalisasi Jembatan Gantung Cempaka

Saturday, 25 April 2026 Utama
Terbaru
  • Kritik Rel Kuno Kalibaru, Ternyata TACB Kota Cirebon sudah Kadaluarsa
  • Pemprov Jabar Revitalisasi Jembatan Gantung Cempaka
  • Musim Panen, Bulog Cirebon Serap Gabah Petani 159.047 Ton
  • Drone Sprayer Mampu Semprot Lahan Pertanian Hingga 8 Hektare
  • Pemkab Cirebon Berangkatkan 441 Calon Jemaah Haji
  • Sampai April 2026 OJK Cirebon Terima 600 Aduan
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.