Close Menu
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Media Cirebon
Home » Riksa Budaya dan Kongres Bahasa Cirebon, Wujud Komitmen Pelestarian Budaya Jabar
Utama

Riksa Budaya dan Kongres Bahasa Cirebon, Wujud Komitmen Pelestarian Budaya Jabar

Saturday, 26 November 2022
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Mediacirebon.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon merasa bangga menjadi tuan rumah dalam Riksa Budaya dan Kongres Bahasa Daerah Cirebon yang digagas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat.

Acara ini diharapkan menjadi wahana silaturahmi antarpemangku kepentingan sekaligus merumuskan ide dan gagasan dalam melestarikan seni budaya Cirebon dan Indramayu.

“Kami berkomitmen melestarikan seni budaya, terutama yang ada di Kota Cirebon,” kata Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati usai menghadiri pembukaan Riksa Budaya dan Kongres Bahasa Daerah Cirebon, di Gedung Negara, Kota Cirebon, Sabtu (26/11/2022).

Ia mengatakan, Riksa Budaya dengan tema “Den Welas Asih Ing Sepapada” menjadi ajang strategis yang konstruktif dalam rangka merawat dan melestarikan kebudayaan di Jawa Barat. Khususnya wilayah Cirebon dan Indramayu.

Lihat Juga :  Harganas ke-23, Kaper BKKBN Jabar Lepas Kirab Bangga Kencana di Kota Cirebon

“Cirebon dan Indramayu punya banyak seni budaya yang harus dilestarikan. Oleh sebab itu, kami mengajak masyarakat bersama-sama melestarikannya agar tidak punah,” katanya.

Salah satu bentuk komitmen yang sudah dijalankan Pemda Kota Cirebon, yaitu program “Sedina Nyerbon” yang berlaku di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar). Ke depan program ini, akan diterapkan di seluruh perangkat daerah.

“Para pegawai wajib menggunakan bahasa daerah Cirebon dan pakaian adat khas Cirebon. Untuk seluruh perangkat daerah kami tengah menyiapkan regulasinya,” jelas Eti.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Uu Ruzhanul Ulum, S.E., mengungkapkan, pemerintah daerah harus menjadi pelopor dalam melestarikan seluruh seni budaya yang ada di Jawa Barat. Perlu juga menggandeng kelompok dan komunitas agar program berjalan optimal.

Lihat Juga :  Teknologi FR Permudah Boarding di Stasiun Cirebon Prujakan

“Seni budaya tidak cukup dilestarikan oleh masyarakat, tetapi perlu ada dorongan dari pemerintah,” ungkap Uu.

Menurut Uu, kegiatan Riska Budaya dan kongres bahasa daerah Cirebon, bertujuan memberikan motivasi kepada para budayawan sebagai inspirasi masyarakat. Tentu dengan kolaborasi seluruh masyarakat dalam melestarikan budaya di Jawa Barat.

“Tujuannya tiada lain untuk memberikan motivasi dan juga mendorong, menginovasi dengan harapan kolaborasi dan partisipasi masyarakat dalam rangka melestarikan budaya,” katanya

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Previous ArticleBejat, Ayah Kandung dan Tiri Tega Cabuli Anaknya
Next Article 16 HAKTP di Cirebon, Gaungkan Isu Human Trafficking dan Kekerasan Seksual

Related Posts

Pemkot dan KONI Mulai Persiapan PORPROV XVJabar 2026

Friday, 30 January 2026 Utama

Tahun 2025, Daop 3 Cirebon Tutup 16 Palang Pintu Ilegal

Friday, 30 January 2026 Utama

Tengah Dikaji, BUMD Barjas Akan Berdiri di Kabupaten Cirebon

Friday, 30 January 2026 Serba Serbi
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.