Close Menu
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Media Cirebon
Home » Fenomena Hoaks di FYP Tiktok dan Tantangan Literasi Digital

Fenomena Hoaks di FYP Tiktok dan Tantangan Literasi Digital

Saturday, 28 March 2026
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Nama : Iis Anisah jurusan prodi : Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial semester : 6 Kampus : Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Mediacirebon.id – Di dalam serba digital pada saat ini, media sosial merupakan bagian paling penting pada kehidupan sehari-hari terutama di kalangan generasi muda (Gen z) bahkan para kalangan masyarakat pun sudah banyak menggunakan media sosial. Salah satu dalam media sosial yang paling populer di kalangan anak muda yaitu platform tiktok, yang di mana aplikasi tiktok banyak sekali digunakan pada generasi gen z bahkan bangun tidur pun pasti membuka aplikasi tiktok tersebut entah buat mencari informasi, sekeder lihat konten, dan lain-lain karena mudah untuk di scroll satu kali buat dilihatnya.

Menggunakan aplikasi tiktok bukan hanya untuk mencari informasi atau sekedar lihat konten saja, akan tetapi tiktok juga bisa melihat apa yang lagi viral di dunia maya seperti pada berita yang lagi viral baru-baru ini berita peperangan antara iran dan amerika atau kasus-kasus di sekolah yang dulu sempat viral. Karena tiktok bukan berfungsi sebagai media hiburan saja, akan tetapi juga sebagai sumber informasi yang cepat menyebar dan luas jangkauannya.

Fitur FYP pada tiktok berdasarkan algoritma itu menyesuaikan dengan minat penggunanya, seperti dari aktivitas like pada konten, komentar, dan durasi pada saat menonton. Sistem ini memungkinkan sebuah video menjadi viral walaupun belum tentu tahu informasi yang benar. Kondisi seperti ini dapat membuka peluang bagi penyebaran informasi hoax di dalam digital.

Dibalik kemudahan untuk menyebarkan informasi tersebut, terdapat tantangan besar yang harus dihadapi dan itu tidaklah mudah, karena di zaman sekarang pasti banyak sekali penyebaran informasi yang tidak sesuai atau tidak benar alias hoaks. Ketika orang sudah melihat informasi lewat aplikasi tiktok itu biasanya tidak di tindak lanjuti untuk menggali dalam lagi buat mencari informasinya untuk memastikan apakah itu benar atau salah. Hal ini orang langsung percaya saja pada konten-konten tersebut tanpa mempertimbangkan sumber dan data validitas informasi tersebut.

Dalam fenomena ini menunjukkan bahwa untuk literasi digital khususnya pada generasi muda dan juga para kalangan masyarakat masih cukup kurang dan perlu ditingkatkan lagi. Karena literasi digital bukan hanya sekedar untuk menggunakan teknologi saja, akan tetapi literasi digital merupakan mencakup kemampuan untuk bisa berfikir kritis, melihat informasi yang salah dan benar, serta memahami dampak pada penggunaan pada media digital tersebut. Tanpa adanya literasi digital yang baik, para pengguna media sosial khususnya tiktok pasti banyak terpengaruh oleh informasi yang belum tentunya benar dan itu pasti berpotensi pada ke orang lain karena menyebarkan informasi yang tidak benar dan tidak valid.

Fenomena penyebaran informasi yang tidak benar dan tidak valid di media sosial khususnya di aplikasi tiktok bukanlah hal yang baru, karena sudah banyak yang melakukannya. Berbagai jenis informasi yang banyak menyebar dengan cepat, mulai dari berita politik, isu sosial, kasus berita, dan kasus yang lainnya. Sayangnya informasi-informasi tersebut tidak semua bisa dipertanggungjawabkan akan kebenarannya, karena banyak konten yang hanya buat untuk menarik perhatian penonton saja, ada juga buat meningkatkan jumlah penonton yang lihat saja, atau bahkan untuk sekedar mengikuti trend atau fomo dalam membuat konten tersebut tanpa melihat bagaimana dampaknya buat masyarakat kedepannya.

Selain itu juga, hoaks sering muncul dalam berupa potongan-potongan video kecil yang diambil dari konten yang sebenarnya. Hal ini video nanti disebar luaskan dengan informasi yang tidak tepat sehingga nanti dapat menimbulkan kesalahpahaman dalam kalangan pengguna aplikasi media sosial khususnya tiktok. Dengan adanya fenomena tersebut, memicu pengguna yang tidak terlalu memiliki literasi digital yang baik bisa saja akan mudah terprovokasi dengan adanya konten viral tersebut dan nantinya ikut menyebarluaskan informasi tersebut tanpa mengetahui fakta yang sebenarnya.

Lihat Juga :  PJPK 2025–2029: Peta Jalan Menuju Masa Depan Indonesia

Menurut Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik disebutkan hoax merupakan istilah yang merujuk pada ketidakbenaran suatu berita atau informasi. Berita hoax sering kali dibuat untuk menciptakan kecemasan, kebingungan, serta konflik di dalam masyarakat. Selain itu, ada juga ciri-ciri penyebaran berita atau informasi hoax di antaranya :

1) Menciptakan kebencian, permusuhan, dan kecemasan,

2) Sumber berita atau informasi yang tidak jelas sehingga nanti tidak ada pihak yang bertanggungjawab atas kejadian tersebut,

3) Pesan yang bersifat sepihak seperti menyerah terlebih dahulu tanpa ada pembelaan,

4) Mencantumkan salah satu nama tokoh agar menarik perhatian,

5) Judul terlihat provokatif sehingga memancing emosi yang membacanya,

6) Judul yang tidak sesuai dengan isi berita atau informasi.

Permasalahan ini nanti akan semakin kompleks, karena adanya dorongan untuk selalu mengikuti trend dari informas tersebut yang lagi viral. Banyak pengguna yang menganggap untuk tidak bisa ketinggalan dalam informasi tersebut makanya mereka ikutan menyebarluaskan informasinya. Akibatnya banyak sekali konten-konten yang belum tentu benarnya ditambah di media sosial khususnya tiktok untuk penyebarannya pun sangat cepat karena mudah sekali digunakan dengan cara ketik tombol share dan itu langsung kesebar informasinya. Akibatnya untuk berfikir kritis buat informasi tersebut pun seringkali diabaikan, dan dalam konteks literasi digital pun untuk memverifikasi sebuah informasi merupakan hal yang sangat penting.

Adapun di sisi lain rendahnya dalam literasi digital juga dipengaruhi oleh kurangnya mengenai cara bijak dalam menggunakan media sosial di handphone. Seharusnya bisa untuk memahami dan mengecek sumber informasi yang benar dan juga mana yang salah agar tidak terjemurus tanpa adanya dara yang valid. Selain itu juga, kita harus bisa membandingkan dengan sumber lain dengan mencari tahu tujuannya membuat konten tersebut itu buat apa agar bisa mengetahui bahwa konten tersebut itu benar dan valid, tidak semata-mata buat konten saja. Jangan sampai kita percaya begitu saja, tapi cari tahu dulu kebenarannya dan tujuan dari membuat konten itu buat apa.

Untuk mengurangi maraknya penyebaran hoaks di media sosial khususnya di aplikasi tiktok, diperlukan berbagai upaya yang harus mengurangi penyebaran informasi tersebut melalui individu, masyarakat, dan lingkungan. Salah satu langkah yang paling utama dalam mengurangi maraknya penyebaran informasi itu yaitu dengan cara meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi digital dalam kehidupan sehari-harinya. Karena kalau kita tidak bisa memahami literasi digital itu, maka untuk ke depannya pasti kita tidak bakal tahu apakah itu konten benar atau tidaknya, maka dari itu literasi digital itu sangat penting ditambah kemampuan untuk menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggungjawab dalam penggunaannya.

Adapun upaya penanggulangan agar masyarakat lebih berhati-hati pada saat menerima berita atau informasi di media sosial menurut Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik berikut cara menanggulanginya :

Lihat Juga :  Kisah Bibah Menghafal Quran Dengan Keterbatasan Fisik

1) Berhati-hati dalam menyebarkan dan menerima suatu informasi di media sosial,

2) Memastikan kebenaran berita atau informasi tersebut sebelum disebarluaskan,

3) Jangan mudah percaya pada berita atau informasi yang belum jelas asal usulnya dari mana,

4) Mengevaluasi diri sendiri mengenai literasi digital untuk memahami bagaimana cara kerja media sosial serta melihat ciri-cirinya terlebih dahulu,

5) Segera lapor berita atau informasi yang diduga hoax atau tidak benar pada platform media tersebut,

6) Lebih untuk berfikir kritis lagi untuk mengenai berita tersebut dan jangan terprovokasi oleh berita atau informasi yang belum valid.

Dengan adanya penanggulangan tersebut diharapkan nanti masyarakat untuk bisa meningkatkan literasi digital dalam bermedia sosialnya. Karena hal ini agar masyarakat tidak hanya untuk menjadi konsumen informasi saja, tetapi menjadi individu yang berfikir lebih bijak, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial khususnya aplikasi tiktok.
Berdasarkan adanya penyebaran berita atau informasi hoax di media sosial khususnya di aplikasi tiktok, maka perkembangan media sosial berarti membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat sehari-hari. Melalui akses Fyp atau posting ulang memungkinkan berita atau informasi dapat tersebar dengan sangat cepat. Akan tetapi, di sisi lain juga kadang membawa peluang yang besar bagi orang yang menyebarkan berita atau informasi hoax di media sosial itu.

Di samping itu, bahwa fenomena literasi digital tersebut menunjukkan sangat penting bagi kalangan masyarakat apalagi di jaman sekarang ini. Tanpa kita mengetahui literasi digital ini, kita pasti bakal terlalu cepat percaya pada berita, konten-konten, dan informasi yang tidak benar akan valid datanya itu. Dan itu nanti akan merugikan kepada kita sendiri dan kepada pihak yang lain juga.

Di sisi lain, kita sebagai masyarakat untuk lebih bisa memilah dan memilih mana berita, konten, informasi yang benar dan yang tidak benar. Serta kita sebagai masyarakat harus lebih bijak lagi dalam bermedia sosial karena sedikit salah kata atau komenan pasti akan mengandung hujatan dan itu nanti menjadi boomerang buat diri kita sendiri. Selain itu, sikap untuk tidak mudah percaya juga harus bisa menjadi kebiasaan agar tidak terjerumus yang tidak-tidak.
Bukan hanya itu saja, dukungan dari lingkungan juga perlu ditingkatkan lagi, jadi semisal teman kalian memercayai adanya berita, konten, atau informasi tersebut kita jangan mudah percaya tapi kita pastikan dulu apakah itu benar dan salah, jika itu benar barulah kita bisa memercayai berita, konten, informasi tersebut karena itu menjadi bagian literasi digital yang bijak dan bertanggung jawab untuk digunakannya.
Maka dari itu, literasi digital bukan hanya sekedar untuk kemampuan dalam menggunakan teknologi saja, akan tetapi juga untuk menjadi cerminan dari kualitas pola pikir, dan sikap seseorang dalam menghadapi informasi-informasi tersebut. Dengan, adanya literasi digital yang baik menjadikan masyarakat yang tidak hanya menggunakan media sosial yang aktif saja, tetapi juga pengguna yang cerdas, dapat berfikir kritis, serta bertanggung jawab. Hal ini penting menggunakan bermedia sosial dapat dimanfaatkan secara positif dan tidak menjadi sarana untuk menyebarkan berita, konten, atau informasi yang tidak benar dan juga tidak valid datanya serta menyesatkan masyarakat ke dalam informasi tersebut.

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Komunikasi Organisasi sebagai Tanggung Jawab Kolektif: Refleksi atas Dinamika Rukun Tetangga dalam Membangun Iklim Sosial yang Sehat

Wednesday, 8 April 2026 Opini

Literasi Digital dan Peranannya Dalam Meningkatkan Kecerdasan Bermedia Sosial

Saturday, 28 March 2026 Opini
Terbaru
  • Nikmati Keindahan Alam Cirebon di Buper Pasirparat Cipanas Cirebon
  • Apita Hotel Cirebon Laporkan Karyawan Atas Dugaan Penggelapan Rp1,2 Miliar
  • Gaji Tak Sesuai, Karyawan Hotel Apita Cirebon Lapor ke LSM
  • Demo Dugaan Perselingkuhan, BK DPRD Pastikan Proses Tengah Berjalan
  • Demi Kemanusiaan, Kelurahan Sukapura Rawat ODGJ
  • 4 Kecamatan di Kabupaten Cirebon KLB Campak, Ini Datanya
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.