Mediacirebon.id – Penyerapan anggaran di Pemerintah Kabupaten Cirebon sepanjang tahun anggaran 2025 mencatat capaian tinggi. Namun sayangnya penyerapan anggaran antara perangkat daerah masih timpang.
Data di Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Cirebon, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menyerap anggaran sebesar 148, sedangkan Dinas Perhubungan 64 persen.
Kepala BKAD Kabupaten Cirebon Sri Wijayawati mengatakan, Total pendapatan daerah terealisasi sebesar Rp4,3 triliun atau setara 95,5 persen dari target Rp4,5 triliun. Melihat kondisi fiskal tersebut dia menilai pengelolaan fiskal yang relatif stabil di tengah dinamika pelaksanaan sejumlah program pemerintah.
“Meski ada beberapa pos yang belum sepenuhnya terealisasi, secara umum capaian sudah mendekati target,” ujar Sri, Rabu (14/1/2026).
Ketimpangan penyerapan anggaran menurut Sri dipengaruhi oleh karakteristik program masing-masing perangkat daerah. Beberapa dinas memiliki tambahan kegiatan atau program tertentu yang menyebabkan kebutuhan anggaran meningkat, sementara OPD lain menghadapi kendala teknis atau penyesuaian kebijakan.
“Tidak semua OPD memiliki pola belanja yang sama. Ada yang membutuhkan fleksibilitas lebih besar karena sifat kegiatannya,” ujarnya.
Ketimpangan juga terlihat pada realisasi belanja di tingkat kecamatan. Kecamatan Tengahtani tercatat sebagai wilayah dengan serapan belanja tertinggi, sedangkan Kecamatan Lemahabang menjadi yang terendah.
“Perbedaan ini dipengaruhi oleh besaran pagu, kesiapan pelaksanaan kegiatan, serta kebutuhan pembangunan di masing-masing kecamatan,” jslasnya.
Meski demikian, pemerintah daerah menilai kinerja fiskal 2025 masih berada dalam koridor aman. Pajak daerah, retribusi, serta belanja pemerintah tetap menjadi motor utama penggerak ekonomi lokal. (Why
