Close Menu
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Media Cirebon
Home » Perlu Bebenah, Kota Cirebon Belum Jadi Kota Tujuan Wisata
Wakil Rakyat

Perlu Bebenah, Kota Cirebon Belum Jadi Kota Tujuan Wisata

Wednesday, 7 January 2026
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon Sarifudin dan anggota Umar Stanis Klau
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Mediacirebon.id – Komisi III DPRD Kota Cirebon menyoroti banyak destinasi wisata yang belum dimanfaatkan secara optimal.  Kota Cirebon hanya menjadi kota transit bagi wisatawan.

Wakil Ketua Komisi III, Syarifudin mengatakan, belum optimalnya Kota Cirebon sebagai kota tujuan wisata lantaran belum dikelola dengan baik. Padahal Kota Cirebon kaya dengan berbagai situs bersejarah yang berusia ratusan tahun.

“Kota Cirebon bukan dijadikan sebagai tujuan utama bagi wisatawan luar daerah, melainkan baru sebatas alternatif tujuan,” kata Lik sapaan akrabnya, Rabu (7/1/2026)

Dia mencontohkan sumur tua di Gunungsari yang dikuasai oleh individu bukan pemerintah daerah. Kemudian Kampung Nyi Ong Tien di kawasan Perumnas yang masih dikelola oleh masyarakat.

Lihat Juga :  Kenaikan Tarif Parkir di Kota Cirebon, Minim Sosialisasi

“Jadi intinya, destinasi wisata di Kota Cirebon belum sepenuhnya tereksplore dengan baik, yang berimbas kepada monotonnya destinasi wisata. Jadi destinasi wisata di Kota Cirebon hanya itu-itu saja,” ungkapnya.

Senada, Anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon, Umar Stanis Klau mengatakan, perlu pembaharuan bagi destinasi wisata agar wisatawan datang berbondong-bondong ke Kota Cirebon.

“Memang betul adanya destinasi wisata di Kota Cirebon itu bukan sebagai tujuan utama, kadang ada mahasiswa yang datang untuk penelitian dan sebagainya. Hal ini terjadi karena destinasi wisata belum tereksplore dengan baik,” kata Umar.

Lihat Juga :  Pembahasan Masuk Finalisasi, DPRD Segera Tetapkan Raperda PBG Jadi Perda

Sementara itu, untuk destinasi wisata yang ada saat ini, pengunjung kerap melontarkan keluhan, antara lain adanya pungutan liar, tiket masuk yang dinilai mahal, serta kumuhnya tempat wisata.

“Pemkot Cirebon harus mengakui bahwa fakta di lapangan bahwa kenyamanan dan keamanan wisatawan menjadi priortas utama jika Kota Cirebon ingn jadi kota tujuan wisata,” tegasnya.

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Previous ArticleKereta Api Tambahan Nataru 2026 di Daop 3 Cirebon Diperpanjang
Next Article KONI Kota Cirebon, Target 10 Besar di Porprov Jabar 2026

Related Posts

PAD Parkir Melempem, Komisi I DPRD Kota Cirebon Berang

Thursday, 8 January 2026 Wakil Rakyat

Komisi I DPRD Imbau Saling Jaga Lingkungan di Libur Nataru 2025

Monday, 15 December 2025 Wakil Rakyat

Musim Hujan, Jaga Lingkungan dan Kesehatan

Sunday, 14 December 2025 Wakil Rakyat
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.