Close Menu
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Media Cirebon
Home ยป LPM dan Kelurahan di Ancam Boikot Jika Anggaran Direfocusing

LPM dan Kelurahan di Ancam Boikot Jika Anggaran Direfocusing

Tuesday, 6 September 2022
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
RDP Komisi I DPRD Kota Cirebon dengan LPM dan RW di Kecamatan Kejaksan
RDP Komisi I DPRD Kota Cirebon dengan LPM dan RW di Kecamatan Kejaksan. (Foto/ Ist)
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Mediacirebon.id – Komisi I DPRD Kota Cirebon mendengarkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan forum Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan para ketua RW di Kecamatan Kejaksan, Selasa (6/9/2022).

Dalam pertemuan spesifik, Ketua LPM Sukapura, Hari Heryati menyampaikan bahwa menolak efisiensi anggaran. Hal ini, akan membuat kecewa masyarakat, lantaran, sudah jauh-jauh hari merencanakan.

“Dengar info ada refocusing, kami terpaksa terpaksa memangkas anggaran yang sudah disusun jauh-jauh hari. Bahkan untuk 2023, karang taruna dan LPM di Sukapura tidak mendapatkan anggaran,” kata Hari Heryati.

Lihat Juga :  Komisi III DPRD Berharap PPDB di Kota Cirebon Berjalan Optimal

LPM Sukapura, lanjut Hari, beberapa kali kena refocusing. Seperti tahun 2021 semula Rp 600 juta berkurang signifikan. Sementara pada perubahan anggaran 2022 ini, kena refocusing menjadi 120 juta.

“Kami sudah kena refocusing sampai 720 juta, fisik semua, dari jumlah semua sekitar 800 sekian juta, sisanya tinggal kegiatan pemberdayaan sedikit,” lanjut Hari.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Cirebon, Dani Mardani mengatakan, bahwa secara garis besar, para ketua LPM, RW, lurah dan camat keberatan dengan efisiensi anggaran yang dilakukan Pemerintah Kota Cirebon.

Lihat Juga :  Rapat Bersama Disdik, Komisi III Dorong Efektivitas Penggunaan Anggaran

terlebih efisiensi anggaran menyerang dana-dana yang sudah ditetapkan sebagai pagu anggaran dari hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kelurahan (Musbangkel).

“Beban moral bagi mereka, jika hasil perencanaan siang malam harus batal dilaksanakan,” ungkap Dani.

Bahkan kata Dani, para Ketua LPM dan RW mengancam pemkot, tidak akan hadir saat proses perencanaan pembangunan kedepan.

“Mereka memberikan ultimatum boikot, Pernyataan ini sudah kita sampaikan ke Walikota. Untuk efisiensi, di APBD Perubahan 2022, Kita akan coba komunikasikan,” kata Dani. (Why)

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Tuntut Gaji Layak, PPPK Paruh Waktu Lapor ke DPRD Kota Cirebon

Wednesday, 15 April 2026 Utama

Hemat Energi, ASN dan Anggota DPRD Lari Hingga Bersepeda ke Kantor

Thursday, 9 April 2026 Utama
Terbaru
  • Wakil Walikota Cirebon Pimpin Perwosi Periode 2026-2030
  • Stok Menitipis, Ratusan Kapal Nelayan Sandar di PPN Kejawanan
  • BPS dan Kadin Sinergi Sensus Ekonomi 2026 di Kota Cirebon
  • Anggaran Penginapan DPRD Kab Cirebon Mencapai Rp4,31 Miliar
  • Tuntut Gaji Layak, PPPK Paruh Waktu Lapor ke DPRD Kota Cirebon
  • Bupati Cirebon Ajak Duta Besar Bulgaria Kerja Sama Industri
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.