Mediacirebon.id – Walikota Cirebon Effendi Edo, meninjau ketersediaan dan distribusi kebutuhan pokok di Pasar Jagasatru, Kamis (5/3/2026). Tinjauan ini untuk memastikan tidak ada lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN)
Di Pasar Jagasatru, walikota berdialog langsung dengan pedagang untuk memetakan dinamika harga. Ia mengakui ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga karena kendala distribusi dari daerah asal.
Komoditas yang menjadi perhatian utama di antaranya adalah cabai dan telur, yang mulai merangkak naik dalam tiga hari terakhir.
“Hasil pantauan di Jagasatru, memang ada kenaikan pada komoditas sayuran seperti cabai karena pasokan dari sumbernya agak sulit. Selain itu, telur puyuh juga naik dan stoknya agak terbatas di pasar saat ini,” ujarnya.
Mengenai stok pangan secara keseluruhan, walikota memastikan bahwa masyarakat tidak perlu panik. Meski ada fluktuasi harga pada jenis tertentu. Pemkot memastikan stok masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga Kota Cirebon selama masa Ramadan dan Idulfitri.
Senada dengan temuan lapangan, Jejen, salah satu pedagang di Pasar Jagasatru, mengungkapkan bahwa kenaikan harga cabai terjadi cukup signifikan.
“Baru sekitar dua hari ini harga naik. Terutama cabai rawit merah, sekarang tembus Rp100 ribu per kilogram, padahal sebelumnya masih di angka Rp80 ribu. Pembeli ya ada yang mengeluh, tapi karena butuh tetap dibeli meski dikurangi jumlahnya,” tutur Jejen saat ditemui di lapaknya.
Menyikapi kenaikan harga tersebut, Pemkot Cirebon telah menyiapkan skema Gerakan Pangan Murah (GPM) yang akan digelar secara masif. Program kolaborasi antara Pemkot, Kepolisian, BI, dan Bulog ini direncanakan berlangsung hingga H-2 masa angkutan Lebaran guna menjaga daya beli masyarakat tetap stabil.
