Close Menu
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Media Cirebon
Home » Bau Busuk Akibat Pengolahan Pakan Ternak, Pemilik Mengaku Lalai

Bau Busuk Akibat Pengolahan Pakan Ternak, Pemilik Mengaku Lalai

Wednesday, 1 October 2025
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
- Pemilik gudang pengelolahan pakan ternak di Desa Setu Kulon, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon mengaku lalai dalam mengelola limbah
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Mediacirebon.id – Pemilik gudang pengelolahan pakan ternak di Desa Setu Kulon, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon mengaku lalai dalam mengelola limbah.

Faktor minimnya pemahaman dalam mengolah kentang menjadi pakan ternak membuat wilayah Setu Kulon dan pasar batik tercemar bau tidak sedap.

Pemiliki Heriyanto mengaku, sejak tahun 2022 pengolahan pakan ternak menggunakan bahan baku umbi-umbian. Beralih ke kentang dimulai sejak sepekan lalu.

“Saya tidak tahu kalau pakai kentang akan berimbas pada bau tidak sedap yang menyebar kemana-mana,” ungkapnya Rabu (1/10/2025).

Lihat Juga :  RW 08 Merbabu Asih Jadi Kampung Wisata Edu Lingkungan Proklim

Kentang yang disimpan lama di gudang menyebabkan busuk. Total ada 20 ton kentang yang sudah membusuk di gudang pengolahan pakan ternak.

‎‎“Teksturnya beda dengan singkong atau ubi, cepat sekali busuk. Dari yang awalnya segar, beberapa butir rusak, lalu menular ke tumpukan lain dan keluar air jadilah bau busuk,” jelasnya.

Lantaran membusuk dan dikeluhkan tetangga, Heriyanto mengubur di sekitar pasar batik. Namun bau kembali tercium membuat tidak nyaman sekitar lokasi pembuangan.

Lihat Juga :  September, Kursi Direksi dan Dewas Perumda Pasar Berintan Kosong

“Sudah disiram kapur dan zat kimia biar tidak bau, tapi tetap bau busuk tercium kemana-mana,” tambahnya.

Kini Heriyanto tidak lagi menggunakan kentang untuk pengolahan pakan ternak. Dia tidak ingin usahanya menganggu tetangga apagi warga sekitar. (Why)
‎

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Anggaran Penginapan DPRD Kab Cirebon Mencapai Rp4,31 Miliar

Wednesday, 15 April 2026 Utama

Tuntut Gaji Layak, PPPK Paruh Waktu Lapor ke DPRD Kota Cirebon

Wednesday, 15 April 2026 Utama
Terbaru
  • Anggaran Penginapan DPRD Kab Cirebon Mencapai Rp4,31 Miliar
  • Tuntut Gaji Layak, PPPK Paruh Waktu Lapor ke DPRD Kota Cirebon
  • Bupati Cirebon Ajak Duta Besar Bulgaria Kerja Sama Industri
  • Partai Garuda Siap Jadi Kontestan di Pemilu Kota Cirebon
  • Waspada Info Loker PT KAI, Ini Website Resminya
  • 3 Direksi BPR Bank Cirebon Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Negara Rugi Rp17 Miliar
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.