Mediacirebon.id – Ratusan warga Desa Sutawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon unjuk rasa di depan kantor balai desa setempat pada Rabu (6/4/2026).
Masa menuntut transparansi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) yang selama ini dinilai tidak terbuka dan diduga menyimpang.
Aksi tersebut menjadi puncak dari keresahan warga yang mempertanyakan kejelasan pengelolaan anggaran desa, termasuk sejumlah pos kegiatan yang dianggap belum tersampaikan secara rinci kepada masyarakat.
Massa aksi juga mendesak pemerintah desa untuk membuka dokumen APBDes secara lebih transparan.
Menanggapi hal itu, Kepala Desa Sutawinangun, Dias Fakhnuritasari, M.Pd., menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima audiensi dari perwakilan warga dan LSM CIB untuk menindaklanjuti aspirasi tersebut.
Ia menegaskan bahwa seluruh proses pengelolaan anggaran desa telah dilaksanakan sesuai regulasi yang berlaku.
“Intinya kami sudah menerima audiensi dari perwakilan warga. Kami tegaskan bahwa Pemerintah Desa telah melaksanakan sesuai aturan, termasuk dalam hal keterbukaan informasi yang sudah kami sampaikan melalui papan media desa,” ujarnya.
Dias juga menekankan bahwa jika masyarakat membutuhkan dokumen resmi terkait APBDes, maka harus melalui mekanisme administratif dengan pengajuan surat secara resmi.
“Karena kita pemerintahan, semua harus tertib administrasi. Jika ada permintaan dokumen, silakan bersurat,” tegasnya.
Terkait dugaan masyarakat mengenai penggunaan dana kebudayaan, ia menyebut hal tersebut masih sebatas dugaan. Menurutnya, seluruh perencanaan dan realisasi anggaran telah melalui proses musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) yang melibatkan perwakilan masyarakat.
“Itu masih dugaan. Dalam musrenbang kami sudah menyampaikan dan menyepakati bersama rencana hingga realisasi anggaran,” jelasnya.
Ia pun menghimbau masyarakat tetap menjaga kondusivitas dan tidak mudah terprovokasi, serta mengedepankan komunikasi yang baik dalam menyampaikan aspirasi.
“Audiensi sudah berjalan, kami terbuka. Harapannya masyarakat tetap tenang dan kondusif,” pungkasnya. (Rni)
