Close Menu
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Media Cirebon
Home » Kulanun–Mangga Diluncurkan, KDM Tegaskan Budaya Jadi Fondasi Pembangunan 

Kulanun–Mangga Diluncurkan, KDM Tegaskan Budaya Jadi Fondasi Pembangunan 

Thursday, 2 April 2026
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Sambutan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dalam Hari Jadi ke-544 Kabupaten Cirebon
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Mediacirebon.id – Pemerintah Kabupaten Cirebon menegaskan komitmennya menjadikan budaya sebagai fondasi pembangunan daerah. Hal ini mengemuka dalam peringatan Hari Jadi ke-544 Kabupaten Cirebon yang ditandai dengan peluncuran salam khas “Kulanun–Mangga”.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sambutannya menekankan bahwa kekuatan Cirebon terletak pada warisan sejarah yang masih terjaga dan hidup di tengah masyarakat hingga saat ini.

Ia menilai, perjalanan Cirebon merupakan kesinambungan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan yang harus dirangkai dalam kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat.

“Keunggulan dari Cirebon adalah seluruh peninggalannya ada, kasat mata nyata dan terlihat. Kita masih ada bangunan-bangunan kesultanan dengan para pewarisnya. Dengan satu catatan, hentikan konflik agar kita bisa meraihkan masa depan,” tegasnya saat menyampaikan sambutan dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Cirebon, Kamis (2/4/2026).

Menurut Dedi, identitas budaya Cirebon masih sangat kuat, mulai dari bahasa, tradisi, hingga kuliner. Karena itu, ia mendorong agar pembangunan citra daerah (branding) dibangun dari kesadaran bersama masyarakat.

“Kita masih ada bahasanya, masih ada taniknya, masih ada makanannya, masih ada nilai acara. Sehingga apa yang harus dibranding oleh kita bersama adalah membangun kesadaran kolektivitas,” katanya.

Lihat Juga :  BLT Minyak Goreng di Kota Cirebon Belum Ada Kabar

Ia juga menekankan pentingnya pendidikan sebagai prioritas utama, serta mendorong penguatan industrialisasi yang berbasis kebersamaan.

“Bagaimana makanya satu pendidikan harus segera menjadi prioritas utama, mendorong orang untuk bersekolah, mendorong agar terjadi kolektivitas dengan industrialisasi,” ujarnya.

Selain itu, Dedi menyoroti pentingnya penataan identitas ruang dan arsitektur daerah yang mencerminkan karakter lokal Cirebon, serta pembangunan yang berbasis pada prinsip ekologi.

“Arsitektur untuk dikembalikan semuanya menjadi arsitektur Kacirebonan, kemudian yang berikutnya adalah menata pembangunan agar memiliki basis ekologi,” ungkapnya.

Dalam perspektif budaya, ia juga menyinggung warisan Sunan Gunung Jati sebagai fondasi nilai yang relevan untuk masa depan.

“Yang ingin saya letakkan adalah mewariskan nilai-nilai di masa lalu agar menjadi rebranding masa depan. Maka peradaban utama adalah peradaban Gunung Jati,” katanya.

Ia menjelaskan, peradaban tersebut tercermin dalam dua unsur utama, yakni budaya kayu yang melahirkan seni ukir, serta budaya daun yang melahirkan kekayaan kuliner bercita rasa tinggi.

Lebih lanjut, Dedi menilai Cirebon memiliki keunggulan sebagai wilayah dengan karakter Islam yang terbuka dan menyatu dengan budaya.

Lihat Juga :  Bupati Imron Minta Para Camat Tingkatkan Pelayanan dan Komunikasi Publik

“Cirebon adalah wilayah Islam pluralis. Islam dan kebudayaan di sini menjadi satu kesatuan, bukan dipertentangkan,” ujarnya.

Menurutnya, harmoni antara budayawan dan ulama merupakan modal penting dalam mendorong kemajuan daerah jika dikelola dengan baik.

Sementara itu, Bupati Cirebon, Imron, menyampaikan bahwa peluncuran salam “Kulanun–Mangga” menjadi simbol identitas daerah yang mencerminkan nilai nasional, religius, serta kearifan lokal.

“Ini kan menilai ciri khasan… nanti nasionalnya, kebersahabatannya, keagamahannya, dan juga kedaerahannya juga,” ujarnya.

Ia berharap momentum Hari Jadi ke-544 Kabupaten Cirebon dapat menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan terhadap perjuangan para pendahulu.

“Agar kita mengetahui masyarakat, para pejabat, bahwa Cirebon berdiri itu ada sesepuh kita, pendahulu kita yang berjuang. Maka kami sebagai pejabat dan tentunya masyarakat… ayo kita meniru perjuangan mereka untuk kemaslahatan masyarakat,” katanya.

Imron juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga dan mengembangkan budaya sebagai identitas utama Cirebon.

“Karena Pak Gubernur senang berada di budaya, bahkan kami di Kabupaten Cirebon salah satunya adalah daerah yang menjunjung nilai-nilai kebudayaan,” pungkasnya.

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Nikmati Keindahan Alam Cirebon di Buper Pasirparat Cipanas Cirebon

Thursday, 30 April 2026 Utama

Apita Hotel Cirebon Laporkan Karyawan Atas Dugaan Penggelapan Rp1,2 Miliar

Thursday, 30 April 2026 Utama
Terbaru
  • Nikmati Keindahan Alam Cirebon di Buper Pasirparat Cipanas Cirebon
  • Apita Hotel Cirebon Laporkan Karyawan Atas Dugaan Penggelapan Rp1,2 Miliar
  • Gaji Tak Sesuai, Karyawan Hotel Apita Cirebon Lapor ke LSM
  • Demo Dugaan Perselingkuhan, BK DPRD Pastikan Proses Tengah Berjalan
  • Demi Kemanusiaan, Kelurahan Sukapura Rawat ODGJ
  • 4 Kecamatan di Kabupaten Cirebon KLB Campak, Ini Datanya
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.