Close Menu
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Media Cirebon
Home » Realiasi 95 Persen, Namun Penyerapan Antar Perangkat Daerah Timpang
Utama

Realiasi 95 Persen, Namun Penyerapan Antar Perangkat Daerah Timpang

Wednesday, 14 January 2026
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
ilustrasi penyerapan anggaran IA
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Mediacirebon.id – Penyerapan anggaran di Pemerintah Kabupaten Cirebon sepanjang tahun anggaran 2025 mencatat capaian tinggi. Namun sayangnya penyerapan anggaran antara perangkat daerah masih timpang.

Data di Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Cirebon, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menyerap anggaran sebesar 148, sedangkan Dinas Perhubungan 64 persen.

Kepala BKAD Kabupaten Cirebon Sri Wijayawati mengatakan, Total pendapatan daerah terealisasi sebesar Rp4,3 triliun atau setara 95,5 persen dari target Rp4,5 triliun. Melihat kondisi fiskal tersebut dia menilai pengelolaan fiskal yang relatif stabil di tengah dinamika pelaksanaan sejumlah program pemerintah.

Lihat Juga :  Popkota Cirebon 2023 Jadi Ajang untuk Membina Atlet Muda Bermental Juara

“Meski ada beberapa pos yang belum sepenuhnya terealisasi, secara umum capaian sudah mendekati target,” ujar Sri, Rabu (14/1/2026).

Ketimpangan penyerapan anggaran menurut Sri dipengaruhi oleh karakteristik program masing-masing perangkat daerah. Beberapa dinas memiliki tambahan kegiatan atau program tertentu yang menyebabkan kebutuhan anggaran meningkat, sementara OPD lain menghadapi kendala teknis atau penyesuaian kebijakan.

“Tidak semua OPD memiliki pola belanja yang sama. Ada yang membutuhkan fleksibilitas lebih besar karena sifat kegiatannya,” ujarnya.

Lihat Juga :  Program Bangga Kencana, Upaya BKKBN-RI Mencegah Stunting

Ketimpangan juga terlihat pada realisasi belanja di tingkat kecamatan. Kecamatan Tengahtani tercatat sebagai wilayah dengan serapan belanja tertinggi, sedangkan Kecamatan Lemahabang menjadi yang terendah.

“Perbedaan ini dipengaruhi oleh besaran pagu, kesiapan pelaksanaan kegiatan, serta kebutuhan pembangunan di masing-masing kecamatan,” jslasnya.

Meski demikian, pemerintah daerah menilai kinerja fiskal 2025 masih berada dalam koridor aman. Pajak daerah, retribusi, serta belanja pemerintah tetap menjadi motor utama penggerak ekonomi lokal. (Why

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Previous Article177 Desa Pilwu Serentak di Kabupaten Cirebon November 2027
Next Article Luncurkan MATAHATIKU, Ini Link CCTV di Kota Cirebon

Related Posts

Pemkot dan KONI Mulai Persiapan PORPROV XVJabar 2026

Friday, 30 January 2026 Utama

Tahun 2025, Daop 3 Cirebon Tutup 16 Palang Pintu Ilegal

Friday, 30 January 2026 Utama

Tengah Dikaji, BUMD Barjas Akan Berdiri di Kabupaten Cirebon

Friday, 30 January 2026 Serba Serbi
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.