Mediacirebon.id– Polda Jawa Barat membangun dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pondok Pesantren Buntet, Kabupaten Cirebon. Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan.
IrRudi, mengatakan dua SPPG di Ponpes Buntet ditargetkan mampu melayani sekitar 4.000 pelajar. Program ini dijalankan melalui kerja sama antara Polri dan pengelola pondok pesantren.
“Di Ponpes Buntet ini dibangun dua SPPG yang akan mulai beroperasi pada Februari 2026,” katanya.
Lebih lanjut, Rudi menjelaskan bahwa secara keseluruhan Polri di Jawa Barat menargetkan pembangunan 60 SPPG. Dari jumlah tersebut, 22 SPPG telah beroperasi, 26 masih dalam tahap pembangunan, dan sisanya dalam proses persiapan.
Sementara itu, Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Buntet Cirebon, Aris Ni’matullah, menuturkan bahwa pembangunan SPPG di lingkungan Ponpes Buntet merupakan yang pertama kali dilakukan.
“Berdasarkan regulasi terbaru, satu SPPG melayani 2.000 pelajar. Pembangunan SPPG ini diperuntukkan bagi para pelajar di Ponpes Buntet,” ujarnya.
Ia menambahkan, gagasan pembangunan SPPG di Ponpes Buntet muncul saat Kapolri menghadiri peringatan tiga abad Pondok Pesantren Buntet Cirebon dan menawarkan program tersebut.
“Dapur ini akan mencakup mulai dari sekolah TK, MI, Tsanawiyah dan Hadonah yang ada di Ponpes Buntet,” tegasnya.
Untuk para santri nanti ada program lain, karena di Buntet banyak santri kalong yakni, satri yang tidak menetap di pondok.
Diharapkan, keberadaan SPPG ini dapat meningkatkan kualitas pemenuhan gizi santri serta memperkuat peran pondok pesantren dalam mendukung program kesehatan nasional. (Aap)
