Close Menu
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Media Cirebon
Home » GPM Diserbu Warga, Lantaran Harga Telur dan Daging Lebih Terjangkau
Utama

GPM Diserbu Warga, Lantaran Harga Telur dan Daging Lebih Terjangkau

Tuesday, 22 July 2025
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Mediacirebon.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) terus menggencarkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM), Selasa (22/7/2025)

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Kebon Pelok, Harjamukti tersebut, sebagai langkah strategis untuk menjaga keterjangkauan harga bahan pokok, khususnya beras, di tengah fluktuasi pasar.

Kepala DKPPP Kota Cirebon, Elmi Masruroh mengatakan GPM merupakan bentuk intervensi pasar yang efektif, apalagi setelah pemerintah pusat kembali mengizinkan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

“Melalui GPM ini, kami menyalurkan kembali beras SPHP sebanyak 10 ton, yang sebelumnya sempat tertunda penyalurannya,” ujar Elmi, Selasa (22/7/2025).

Lihat Juga :  BKKBN dan OPD KB se-Jabar Sepakati 6 Indikator Kinerja Utama dan Akselerasi Lima Capaian Stunting

Ia menjelaskan, sempat terjadi penghentian sementara penyaluran beras SPHP sesuai instruksi dari pemerintah pusat. Namun sejak Juli 2025, Perum Bulog kembali diperbolehkan menyalurkan beras SPHP melalui berbagai kanal, termasuk pasar tradisional dan kegiatan GPM.

Langkah ini, kata Elmi, dinilai penting, mengingat harga beras medium di pasaran saat ini telah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). DKP3 mencatat, harga beras medium di sejumlah pasar tradisional Kota Cirebon telah menembus Rp13.000 per kilogram, melebihi HET sebesar Rp12.500.

“Dengan SPHP yang dijual di bawah HET, daya beli masyarakat bisa tetap terjaga. Ini juga diharapkan dapat menekan harga pasar,” ungkapnya.

Pembeli menyerbu operasi pasar murah di Kebonpelok, Pegambiran, Kota Cirebon. (Foto: ist)

Selain beras, menurut Elmi, GPM yang digelar di Lapangan Kebon Pelok tersebut juga menyediakan 11 komoditas pokok lainnya dengan harga lebih terjangkau dibandingkan pasar umum.

Lihat Juga :  Daop 3 Cirebon Ajak Komunitas, Napak Tilas Jalur Sepur di Indramayu

Beberapa di antaranya adalah minyak goreng, telur ayam, cabai, bawang merah, bawang putih, daging ayam, dan daging sapi.

“Contohnya, telur ayam kami jual Rp25.000 per kilogram dan daging ayam Rp27.000. Sementara di pasar umum bisa mencapai Rp30.000,” jelasnya.

Elmi juga menyebutkan antusiasme masyarakat terhadap GPM sangat tinggi, terutama terhadap ketersediaan beras SPHP yang sebelumnya sempat langka.

“Banyak warga dan pedagang yang menanyakan ketersediaan SPHP. Sekarang sudah bisa disalurkan kembali, dan responsnya sangat positif,” katanya.

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Previous ArticleHarga Seragam Sekolah Mencekik Orang Tua, Anggota DPRD Geram
Next Article Agus Talik Kembali Pimpin PBJI Kota Cirebon, Ini Targetnya

Related Posts

Pemkot dan KONI Mulai Persiapan PORPROV XVJabar 2026

Friday, 30 January 2026 Utama

Tahun 2025, Daop 3 Cirebon Tutup 16 Palang Pintu Ilegal

Friday, 30 January 2026 Utama

Tengah Dikaji, BUMD Barjas Akan Berdiri di Kabupaten Cirebon

Friday, 30 January 2026 Serba Serbi
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.