Close Menu
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Media Cirebon
Home » Penataan PKL Kawasan Menuju Batik Trusmi Minim Sosialiasi

Penataan PKL Kawasan Menuju Batik Trusmi Minim Sosialiasi

Thursday, 5 June 2025
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Penertiban PKL di jalan menuju kawasan Batik Trusmi, Kabupaten Cirebon
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Mediacirebon.id – Jalan yang menuju kawasan wisata Batik Trusmi, Kabupaten Cirebon mulai ditata. Dimulai dari membersihkan sampah dan mengecat median jalan, kemudian penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL).

Aksi ini pasca Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyambangi Pasar Pasalaran dan melintas di jalan menuju kawasan Batik Trusmi. KDM sapaan akrabnya ingin kawasan wisata Batik menjadi Malioboro-nya Cirebon.

Sayangnya aksi ini tanpa diawali sosialiasi kepada PKL yang sudah lama berdagang di lokasi tersebut. Hal ini dikeluhkan Nur (45) salah satu pedagang.

Lihat Juga :  Surat Tak Direspon, Pedagang di Jalur Provinsi Demo di Kantor DPRD

“Belum ada sosialiasi langsung penertiban. Harusnya sosialiasi dulu,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (5/6/2025)

Ia mengaku penertiban PKL terkesan mendadak. Sehingga banyak PKL yang belum mempersiapkan lokasi pengganti. PKL kini harus mencari cara agar tetap bisa mencari nafkah.

“Belum ada persiapan ya sekarang pasrah dulu, coba nyari tempat baru,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Satpol PP Kabupaten Cirebon, Ustadi menganggap wajar jika ada penolakan. Namun pihaknya hanya ingin mengambil hak pejalan kaki yang digunakan PKL untuk berdagang.

Lihat Juga :  Awas Kebakaran Lahan, di Musim Kemarau Disertai Angin

“Penolakan pasti ada tapi kami ingin menyadarkan ke PKL bahwa selama ini yang mereka tempat itu hak pejalan kaki,” tegasnya.

Imam mengaku, tidak sekedar melakukan penertiban, tetapi mencarikan solusi agar para pedagang tetap berdagang sebagaimana mestinya.

“Kita sarankan untuk diarahkan ke dalam pasar, kita sudah koordinasi dengan Disperdagin,” jelasnya.

Penertiban ini sambung Imam, sebagai upaya pemerintah melakukan penataan di kawasan wisata Batik Trusmi. Dengan tujuan wilayah ini tertata dan kunjungan wisatawan meningkat. (Why)

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Anggaran Penginapan DPRD Kab Cirebon Mencapai Rp4,31 Miliar

Wednesday, 15 April 2026 Utama

Tuntut Gaji Layak, PPPK Paruh Waktu Lapor ke DPRD Kota Cirebon

Wednesday, 15 April 2026 Utama
Terbaru
  • Anggaran Penginapan DPRD Kab Cirebon Mencapai Rp4,31 Miliar
  • Tuntut Gaji Layak, PPPK Paruh Waktu Lapor ke DPRD Kota Cirebon
  • Bupati Cirebon Ajak Duta Besar Bulgaria Kerja Sama Industri
  • Partai Garuda Siap Jadi Kontestan di Pemilu Kota Cirebon
  • Waspada Info Loker PT KAI, Ini Website Resminya
  • 3 Direksi BPR Bank Cirebon Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Negara Rugi Rp17 Miliar
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.