Close Menu
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Media Cirebon
Home ยป Yuliarso Beberkan Kejadian Awal Proposal Sponsorship DPRD Kota Cirebon
Utama

Yuliarso Beberkan Kejadian Awal Proposal Sponsorship DPRD Kota Cirebon

Thursday, 8 April 2021
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Photo : Redaksi mediacirebon
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

KEJAKSAN – Beredarnya surat proposal berkop DPRD meminta donasi dan partisipasi diakui anggota DPRD Yuliarso berawal dari dirinya. Ia mendapatkan pengaduan dari pemilik usaha Kabupaten Cirebon terkait adanya surat dari DPRD meminta bantuan dana untuk pembuatan spanduk mudik lebaran.

“Kebetulan rekan bisnis menanyakan kebenaran surat tersebut. kemudian saya jawab, tahan dulu jangan dikasih. Karena pikir saya surat itu bisa saja penipuan, bukan dari DPRD atau bisa saja palsu. Walaupun ada kop, tandatangan dan cap Ketua DPRD,” ungkap dia kepada wartawan usai rapat, Kamis (8/4/2021).

Kemudian dirinya mengkonfirmasi kepada Ketua DPRD, namun pesan singkatnya dan telpon belum dibalas. Sedangkan wakil ketua lainnya menyatakan tidak tahu menahu surat tersebut. Demikian pula dengan Sekwan Agus Sukmanjaya, ketika ditanya juga tidak tahu. Karena tidak ada paraf dari sekwan yang menandakan surat berasal dari DPRD.

Lihat Juga :  Polres Cirebon Kota Siap Amankan Pilkada 2024

Maka dirinya berinisiatif memposting di Grup WA Dewan Kota (Deko). Karena diindikasikan surat ini penipuan yang bisa merusak nama lembaga. Setelah sejumlah anggota DPRD berkomentar atas surat itu, Ketua DPRD barulah menelpon dirinya.

“Iya setelah digrup, baru beliau telpon saya. Dan menyatakan surat tersebut memang yang membuat adalah beliau,” katanya.

Dan seketika itu juga, dirinya menyebut tindakan itu salah. Mengatasnamakan DPRD untuk meminta permohonan bantuan. Apalagi pada surat dan proposalnya pun berbeda. Pada surat isinya spanduk yang akan dicetak himbauan jangan mudik. Tapi pada proposal malah bagaimana aman mudik, seperti hati-hati mudik, jaga jarak dan lainnya.

Lihat Juga :  Marak APK Parpol dan Bacaleg, Katar Pekalipan Angkat Bicara

“Kisaran permintaan bantuannya adalah Rp3-6 juta. Dan kenapa juga sampai ke kabupaten. Inikan memalukan, mencoreng nama baik sebagai anggota dan lembaga DPRD. Peredaran surat itu mencapai 60 surat, dan harus ditarik kembali” ungkapnya kesal.[MC-03]

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Previous ArticleBK Baru Klarifikasi Ketua DPRD Kota Cirebon, Sidang Menunggu Dari Sekwan
Next Article Ini Tuntutan Aliansi LSM dan Ormasi Datangi DPRD Kota Cirebon

Related Posts

Pemkot dan KONI Mulai Persiapan PORPROV XVJabar 2026

Friday, 30 January 2026 Utama

Tahun 2025, Daop 3 Cirebon Tutup 16 Palang Pintu Ilegal

Friday, 30 January 2026 Utama

Tengah Dikaji, BUMD Barjas Akan Berdiri di Kabupaten Cirebon

Friday, 30 January 2026 Serba Serbi
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.