Close Menu
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Media Cirebon
Home » Target Jabar 2026 Penurunan Prevelensi Stunting Hingga 10 Persen
Utama

Target Jabar 2026 Penurunan Prevelensi Stunting Hingga 10 Persen

Thursday, 26 February 2026
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat, Erwan Setiawan usai membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana Tahun 2026 di Kantor Perwakilan BKKBN
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Mediacirebon.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar bersama Pemerintah Pusat akan bekerjasama dalam percepatan penurunan stunting dengan target Indonesia Emas 2045 tercapai. Terlebih Jabar pada tahun lalu berhasil menurunkan stunting tertinggi secara nasional.

Demikian.dikatakan Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat, Erwan Setiawan usai membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana Tahun 2026 di Kantor Perwakilan BKKBN Jawa Barat, Jalan Surapati 122 Bandung, Kamis, (26/2/2026).

“Kami.akan berusaha maksimal demi generasi emas di tahun 2045. Menjadi kebanggaan karena Jabar berhasil menurunkan stunting di tahun 2025,” jelasnya kepada wartawan.

Masih kata Erwan, tahun lalu Jabar mencatat penurunan prevalensi stunting sebesar 5,8 persen. Capaian ini harus terus ditingkatkan dengan target prevalensi stunting Jabar di bawah 10 persen.

Lihat Juga :  Kader PDI Perjuangan Kecewa Dengan Stuktural Pengurus Hasil Konfercab

“Target kita jelas, penurunan signifikan hingga di bawah 10 persen dan tidak ada lagi stunting baru di Jawa Barat,” ujar Erwan.

Rakorda Program Bangga Kencana menurut Erwan.jadi forum evaluasi sekaligus penyusunan program konkret tahun 2026, termasuk penguatan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (MBG 3B).

“Program yang digalakan pemerintah pusat sudah berkontribusi langsung terhadap percepatan penurunan stunting,” papar Erwan.

Sementara Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat Dadi Ahmad Roswandi mengungkapkan, total ada 37 ribu Tim Pendamping Keluarga (TPK) se-Jawa Barat. Setiap tim terdiri dari tiga orang, sehingga total personel yang bergerak di lapangan mencapai 111 ribu orang.

Lihat Juga :  Pamaci Desak DPRD Bentuk Pansus PAM-TGN Kota Cirebon

Dadi menambahkan, untuk mendukung operasional TPK, pemerintah pusat akan memberikan stimulus tambahan. Selain honorarium yang telah diterima, para pendamping juga akan difasilitasi kendaraan operasional berupa sepeda motor.

“Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan mobilitas, semangat, dan produktivitas pendamping dalam menjangkau keluarga sasaran,” jelasnya.

Dadi optimis, sinergi program, penguatan fasilitas, serta optimalisasi peran TPK akan mempercepat penurunan stunting di Jabar secara signifikan pada 2026. (Why)

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Previous ArticleMudik Lebaran 2026, 557 Tukang Becak di Jalur Pantura Akan Dapat Uang Kopensasi

Related Posts

Mudik Lebaran 2026, 557 Tukang Becak di Jalur Pantura Akan Dapat Uang Kopensasi

Thursday, 26 February 2026 Utama

SDM Jadi Kendala, Puskesmas 24 Jam Sulit Terwujud

Thursday, 26 February 2026 Utama

Hut ke-68, Jadi Hari Terakhir Opang Menjabat Dirut PAM TGN

Thursday, 26 February 2026 Utama
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.