Close Menu
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Media Cirebon
Home ยป Semburan Lumpur di Desa Cipanas Ada Sejak Dulu, Diduga Akibat Penambangan Kalsit

Semburan Lumpur di Desa Cipanas Ada Sejak Dulu, Diduga Akibat Penambangan Kalsit

Tuesday, 1 June 2021
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Staf Desa Cipanas Yayan Ahmad Sidik memberikan keterangan kepada wartawan
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

DUKUPUNTANG – Semburan lumpur disertai bau menyengat belerang di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon diketahui sudah ada sejak lama. Aktivitas semburan lumpur itu kembali muncul setelah beberapa kali diuruk warga setempat.

Staf Desa Cipanas Yayan Ahmad Sidik menuturkan, semburan lumpur sudah ada sejak tahun 1970 atau sejak aktivitas pabrik penambangan kalsit beroperasi. Dari proses pengeboran kalsit tersebut kemudian muncul tidak jauh dari lokasi semburan lumpur.

Menurutnya, industri penambangan kalsit sudah tidak beroperasi sejak tahun 1990. Akan tetapi, semburan lumpur tersebut kerap kembali muncul.

Lihat Juga :  Jelang Imlek 2022, Ratusan Lampion Hiasi Vihara Dewi Welas Asih

“Dulunya ada pabrik kalsit tapi sudah lama tidak beroperasi. Sisa puing bangunan dan semburan lumpur,” ujarnya kepada wartawan di lokasi, Selasa (1/6/2021).

Ia menjelaskan, sejauh ini diketahui ada tiga semburan lumpur. Semburan pertama digunakan untuk memproduksi kalsit, namun ditutup warga pada tahun 1990.

Semburan kedua muncul kembali dengan ukuran yang sama. Warga pun kembali menguruk titik semburan lumpur pada tahun 2000. Semburan ketiga terjadi sejak 4 bulan lalu.

“Ketiganya tidak jauh masih di area yang sama. Warga sempat menutup tapi muncul lagi. Pertama muncul gelembung kemudian membesar. Lumpurnya tidak pernah berkurang sejak dulu,” katanya.

Lihat Juga :  Diduga Ada Aktor Intelektual di Balik Class Action ARM

Sejak dulu, kata Yayan, belum ada instansi yang datang meneliti semburan lumpur tersebut. Warga sekitar sudah lama mengeluh dengan bau belerang dan fosfor yang ditmbulkan dari semburan lumpur.

“Semoga ada upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon,” ungkapnya. [MC-02]

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Wakil Walikota Cirebon Pimpin Perwosi Periode 2026-2030

Thursday, 16 April 2026 Serba Serbi

Stok Menitipis, Ratusan Kapal Nelayan Sandar di PPN Kejawanan

Thursday, 16 April 2026 Utama
Terbaru
  • Wakil Walikota Cirebon Pimpin Perwosi Periode 2026-2030
  • Stok Menitipis, Ratusan Kapal Nelayan Sandar di PPN Kejawanan
  • BPS dan Kadin Sinergi Sensus Ekonomi 2026 di Kota Cirebon
  • Anggaran Penginapan DPRD Kab Cirebon Mencapai Rp4,31 Miliar
  • Tuntut Gaji Layak, PPPK Paruh Waktu Lapor ke DPRD Kota Cirebon
  • Bupati Cirebon Ajak Duta Besar Bulgaria Kerja Sama Industri
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.