Close Menu
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Media Cirebon
Home ยป Semburan Lumpur di Desa Cipanas Ada Sejak Dulu, Diduga Akibat Penambangan Kalsit
Utama

Semburan Lumpur di Desa Cipanas Ada Sejak Dulu, Diduga Akibat Penambangan Kalsit

Tuesday, 1 June 2021
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Staf Desa Cipanas Yayan Ahmad Sidik memberikan keterangan kepada wartawan
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

DUKUPUNTANG – Semburan lumpur disertai bau menyengat belerang di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon diketahui sudah ada sejak lama. Aktivitas semburan lumpur itu kembali muncul setelah beberapa kali diuruk warga setempat.

Staf Desa Cipanas Yayan Ahmad Sidik menuturkan, semburan lumpur sudah ada sejak tahun 1970 atau sejak aktivitas pabrik penambangan kalsit beroperasi. Dari proses pengeboran kalsit tersebut kemudian muncul tidak jauh dari lokasi semburan lumpur.

Menurutnya, industri penambangan kalsit sudah tidak beroperasi sejak tahun 1990. Akan tetapi, semburan lumpur tersebut kerap kembali muncul.

Lihat Juga :  Pemuda Indramayu Masuk 200 Dai Muda Terbaik Kemenag RI

“Dulunya ada pabrik kalsit tapi sudah lama tidak beroperasi. Sisa puing bangunan dan semburan lumpur,” ujarnya kepada wartawan di lokasi, Selasa (1/6/2021).

Ia menjelaskan, sejauh ini diketahui ada tiga semburan lumpur. Semburan pertama digunakan untuk memproduksi kalsit, namun ditutup warga pada tahun 1990.

Semburan kedua muncul kembali dengan ukuran yang sama. Warga pun kembali menguruk titik semburan lumpur pada tahun 2000. Semburan ketiga terjadi sejak 4 bulan lalu.

“Ketiganya tidak jauh masih di area yang sama. Warga sempat menutup tapi muncul lagi. Pertama muncul gelembung kemudian membesar. Lumpurnya tidak pernah berkurang sejak dulu,” katanya.

Lihat Juga :  Pastikan Gizi Seimbang, Komisi IX DPR-RI Bersama BGN Sosialiasi MBG

Sejak dulu, kata Yayan, belum ada instansi yang datang meneliti semburan lumpur tersebut. Warga sekitar sudah lama mengeluh dengan bau belerang dan fosfor yang ditmbulkan dari semburan lumpur.

“Semoga ada upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon,” ungkapnya. [MC-02]

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Previous ArticleBau Menyengat Ganggu Warga, BPBD Cek Lokasi Semburan Lumpur di Desa Cipanas
Next Article Syauqy Minta Penyelenggara Utilitas di Kota Cirebon Satu Frekuensi

Related Posts

Jelang HBKN, Stok Kebutuhan Pokok Aman, Sejumlah Komoditas Mulai Naik

Thursday, 5 March 2026 Utama

Tugas Plt Dirut PAM-TGN, Tekan Kebocoran dan Tingkatkan Layanan

Thursday, 5 March 2026 Utama

Hasil Evaluasi, Pemkot Akan Terapkan Satu Arah di Pasar Takjil

Wednesday, 4 March 2026 Utama
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.