Mediacirebon.id – Pemerintah Kota Cirebon akan menjadikan Jalan Siliwangi sebagai pasar takjil selama Bulan Ramadan. Pasar takjil dan fashion bertajuk Festival Ramadhan 1447 H ini akan dimulai hari Kamis tanggal 19 Februari 2026,
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Iing Daiman mengungkapkan, untuk pasar takjil ini akan dibuka di sepanjang 1,7 kilometer jalan Siliwangi, mulai dari PGC hingga sebelum persimpangan Krucuk.
Di sepanjang jalur tersebut, pihaknya sudah melakukan pemetaan dan melakukan penandaan batas-batas lapak untuk pedagang. Total ada 498 lapak untuk para pedagang yang betukuran 2×2 meter
“Selama Bulan Ramadan kami mempersilakan pedagang takjil berjualan di sepanjang Jalan Siliwangi,” Rabu (18/2/2026)
Iing menjelaskan, Pemkot menyediakan beberapa fasilitas secara umum, namun tidak dengan instalasi listrik. Pedagang yang membutuhkan aliran listrik diarahkan untuk menggunakan genset.
“Yang pasti dilarang untuk menyambung dari PJU atau sambungan ilegal lainnya. Dilarang juga berjualan di trotoar,” ujar Iing.
Untuk penempatan pedagang pihaknya menggunakan sistem kocokan, sehingga semua ditempatkan berdasarkan pengundian. Pihaknya mengingatkan untuk membawa trash bag dan tidak meninggalkan alat-alat berdagang di lokasi.
“Dondangan hingga sampah saat waktu selesai, tidak boleh memakai lapak permanen. Ini semua diberikan Pemkot secara gratis,” jelas Iing.
Masih kata Iing, jam operasional pasar takjil mulai dari pukul 15.00 WIB – 04.00 WIB dan hari terakhir Ramadan mulai 15.00 WIB – 23.59 WIB. Sedangkan untuk kantong parkir pihaknya menyediakan 10 tempat.
Sementara itu, Walikota Cirebon, Effendi Edo mengharap akan banyak dampak positif dari kebijakan yang diterapkan selama bulan Ramadhan ini. Dia berharap melalui kebijakan ini masyarakat yang biasa menjajakan takjil setiap Ramadhan, agar tak perlu was-was ditertibkan
“Pemkot ingin memberi ruang kepada masyarakat, banyak masyarakat kita yang pinter masak, inilah ruangnya. Mulai besok sampai 30 hari kedepan. Imbas lainnya, ekonomi kerakyatan terbangun,” jelas Edo. (Why
