Mediacirebon.id – Uang urunan saat kunjungan kerja Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman yang disimpan di BAZNAS Kota Cirebon hanya Rp265 juta. Padahal waktu itu uang yang terkumpul mencapai Rp600 juta.
Uang tersebut seharusnya dipergunakan untuk perbaikan 14 rumah tidak layak huni di Kota Cirebon. Namun dengan uang yang ada jumlahnya tidak mencapai 14 penerima program Rutilahu.
“Sampai saat ini hanya segitu uangnya (Rp265 juta) ada di kas BAZNAS Kota Cirebon,” kata Ketua BAZNAS Kota Cirebon Hamdan kepada wartawan, Kamis (7/1/2026)
Masih kata Hamdan, Calon penerima akan ditentukan oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Cirebon. Dinas akan memverifikasi calon penerima sesuai kebutuhan dana.
“Kami hanya ketititipan uangnya saja, kalau penerima itu semua dinas yang menentukan,” ujar Hamdan.
Berdasarkan data di DPRKP Kota Cirebon ada 10 penerima program Rutilahu tersebut antara lain, di Kebon kelapa, Kecapi, Surapandan, Cibogo, Kecapi, Siliwangi, Pegambiran, Samadikun, Pekalangan dan Kecapi. Perbaikan meliputi bagian atap dengan ukuran beragam.
“Data dari dinas seperti itu, tapi. Info lebih jelas bisa ke dinas terkait,” ujarnya.
Seperti diketahui, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menginisiasi aksi gotong royong untuk membantu warga kurang mampu di Kota Cirebon.
Maruarar mengajak para pengusaha dan pihak yang hadir untuk berdonasi guna memperbaiki rumah tidak layak huni atau rutilahu. Hasilnya, dalam waktu singkat, dana sebesar Rp600 juta berhasil terkumpul. (Why)
