Mediacirebon.id – Pipa berdiameter 600 milometer milik Perumda Air Minum Tirta Giri Nata (PAM-TGN) Kota Cirebon di Plangon, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon jebol. Akibatnya pasokan air untik puluhan ribu pelanggan terganggu.
Jebolnya pipa PAM-TGN Kota Cirebon diketahui warga pada Rabu (4/2/2026) kemarin malam. Air mengalir deras ke jalan raya dan memenuhi halaman warga Babakan. Hingga hari Kamis (5/2/2026) air masih keluar dari pipa yang bocor, namun tidak deras.
Direktur utama PAM-TGN Kota Cirebon Sofyan Satari mengatakan, faktor umur dan letak geografis menjadi penyebab pipa jebol. Selama proses perbaikan, tekan air dari resevoir Paniis diturunkan
“Tekanan kendaraan yang melintas di jalan Pelangon hampir setiap hari dan usia yang lebih dari 50 tahun menyebabkan pipa jebol,” kata Opang panggilan akrabnya.
Masih kata Opang, pelanggan yang tinggal di Kota Cirebon dan sebagian Kabupaten Cirebon yang akan merasakan dampak jebolnya pipa. Berdasarkan data, sebanyak 30 ribu dari 57 ribu pelanggan PAM-TGN Kota Cirebon terganggu.
“Yang terdampak sekitar 60 persen. Pelanggan di Kota Cirebon yang paling banyak. Kami tetap usahakan perbaikan tidak lama,” tuturnya.
Sebanyak 40 persen pelanggan masih bisa mendapatkan pasokan air. Opang menambahkan, mereka mendapat pasokan air dari sambungan pipa zaman Belanda yang masih digunakan sampai saat ini.
“Kami ada dua pipa besar yang memasok air ke pelannggan. Keduanya sudah terpasang sangat lama,” ungkapnya.
Masih kata Opang, proses pergantian pipa diperkirakan membutuhkan waktu selama dua hari. Namun untuk pasokan kembali normal dibutuhkan waktu selama sepekan. Pihaknya ingin memastikan pipa terpasang dengan baik.
“Pipa induk transmisi kami ganti yang baru. Proses pemulihan cukup lama karena butuh penyesuaian,” katanya.
Untuk menjaga pasokan air ke pelanggan PAM-TGN menerjunkan puluhan truk tangki air. Distribusi berdasarkan kebutuhan dan permintaan dari pelanggan. Namun antisipasi obyek vital sudah dilakukan.
“Kami bekerjasama dengan sejumlah instansi untuk mengerahkan truk tangki air. Tapi rumah sakit dan obyek vital lain sudah kami pasok airnya,” jelas Opang. (Why)
