Close Menu
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Media Cirebon
Home » Penataan PKL Kawasan Menuju Batik Trusmi Minim Sosialiasi
Utama

Penataan PKL Kawasan Menuju Batik Trusmi Minim Sosialiasi

Thursday, 5 June 2025
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Penertiban PKL di jalan menuju kawasan Batik Trusmi, Kabupaten Cirebon
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Mediacirebon.id – Jalan yang menuju kawasan wisata Batik Trusmi, Kabupaten Cirebon mulai ditata. Dimulai dari membersihkan sampah dan mengecat median jalan, kemudian penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL).

Aksi ini pasca Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyambangi Pasar Pasalaran dan melintas di jalan menuju kawasan Batik Trusmi. KDM sapaan akrabnya ingin kawasan wisata Batik menjadi Malioboro-nya Cirebon.

Sayangnya aksi ini tanpa diawali sosialiasi kepada PKL yang sudah lama berdagang di lokasi tersebut. Hal ini dikeluhkan Nur (45) salah satu pedagang.

Lihat Juga :  Marak judi online, Polres Cirebon Kota Razia HP anggota

“Belum ada sosialiasi langsung penertiban. Harusnya sosialiasi dulu,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (5/6/2025)

Ia mengaku penertiban PKL terkesan mendadak. Sehingga banyak PKL yang belum mempersiapkan lokasi pengganti. PKL kini harus mencari cara agar tetap bisa mencari nafkah.

“Belum ada persiapan ya sekarang pasrah dulu, coba nyari tempat baru,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Satpol PP Kabupaten Cirebon, Ustadi menganggap wajar jika ada penolakan. Namun pihaknya hanya ingin mengambil hak pejalan kaki yang digunakan PKL untuk berdagang.

Lihat Juga :  6 Pasangan Remaja Bukan Pasutri Terjaring Razia Pekat di Kota Cirebon

“Penolakan pasti ada tapi kami ingin menyadarkan ke PKL bahwa selama ini yang mereka tempat itu hak pejalan kaki,” tegasnya.

Imam mengaku, tidak sekedar melakukan penertiban, tetapi mencarikan solusi agar para pedagang tetap berdagang sebagaimana mestinya.

“Kita sarankan untuk diarahkan ke dalam pasar, kita sudah koordinasi dengan Disperdagin,” jelasnya.

Penertiban ini sambung Imam, sebagai upaya pemerintah melakukan penataan di kawasan wisata Batik Trusmi. Dengan tujuan wilayah ini tertata dan kunjungan wisatawan meningkat. (Why)

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Previous ArticleDoa Bersama Lintas Agama, Diwarnai Isak Tangis Keluarga Korban Longsor Gunung Kuda
Next Article Resmi Tutup, Puluhan Karyawan YOGYA Siliwangi di PHK

Related Posts

Pemkot dan KONI Mulai Persiapan PORPROV XVJabar 2026

Friday, 30 January 2026 Utama

Tahun 2025, Daop 3 Cirebon Tutup 16 Palang Pintu Ilegal

Friday, 30 January 2026 Utama

Tengah Dikaji, BUMD Barjas Akan Berdiri di Kabupaten Cirebon

Friday, 30 January 2026 Serba Serbi
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.