Mediacirebon.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon masih bingung dengan kebijakan penggunaan ompreng makan bergizi gratis (MBG). Sebab sekolah diminta bertanggungjawab jika ompreng MBG hilang.
Berdasarkan data Disdik Kabupaten Cirebon, sekolah yang sudah menerima program MBG untuk Taman Kanak-kanak (TK) baru 326, untuk SD 401 sekolah dan SMP baru 111 sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, H Ronianto meminta sekolah lebih teliti dan berhati-hati saat menyalurkan program MBG kepada siswa. Jangan sampai akibat tidak teliti ompreng MBG hilang dan sekolah bertanggungjawab.
“Aturannya mungkin untuk menertibkan supaya tidak terjadi kehilangan di satuan pendidikan,” kata Ronianto kepada wartawan, Rabu (3/12/2025)
Oleh sebab itu pihaknya menyarankan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar mengambil ompreng tepat waktu.
“Minta kerja samanya saja. SPPG ambil ompreng nya jangan telat. Untuk menghindari kehilangan itu,” tambahnya.
Pasalnya, lanjut Roni sapaan akrabnya, di dalam bantuan operasional sekolah (BOS) sendiri tidak ada aturan untuk mengganti ompreng.
“Tapi enggak tahu nih apakah di petunjuk BOS tahun 2026 akan ada atau tidak, makanya kami memberikan masukan supaya ketika ompreng hilang tidak menjadi tanggung jawabnya siapa,” katanya. (Why)
