Mediacirebon.id – Banjir bandang di sungai Benda, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon menyisakan trauma bagi warga yang tinggal di bantaran. Sebab pinggir sungai tanpa ada bronjong penahan longsor.
Bantaran sungai yang membentang dari jembatan Lebakngok hingga kawasan Masjid Kalilunyu ini sudah berupa tebing. Abrasi dengan waktu yang cukup lama membuat tebing khawatir longsor.
Dampak nyata terjadi salah satu jembatan penghubung di RT 04 RW 07 Sumurwuni mengalami pengikisan di bagian bawah konstruksi. Demi keselamatan, warga terpaksa menutup akses jembatan yang selama ini menjadi jalur utama menuju wilayah seberang.
Lurah Argasunya Mardiansyah mengatakan, kekhawatiran warga sudah berlangsung lama. Apalagi saat musim hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Kuningan dan Kota Cirebon. Air sungai Benda meluap dengan ketinggian mencapai 3 meter.
“Hulu Sungai Benda ada di Kuningan. Kalau hujan besar pasti terjadi banjir bandang, di tambah Kota Cirebon hujan,” ungkapnya.
Keluhan warga sudah berlangsung bertahun-tahun dan telah disampaikan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung. Namun belum ada tindak lanjut dari instansi terkait.
“Pengajuan penanganan ini sudah dilakukan sejak 2020, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” paparnya.
Dia menambahkan, pihak kelurahan kembali mengajukan usulan perbaikan, termasuk untuk jembatan yang terancam rusak, pada tahun 2023. Namun hingga kini, realisasi yang diharapkan belum juga terwujud.
“Sudah kami ajukan ulang pada 2023, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” katanya.
Mardiansyah berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait sebelum kondisi semakin memburuk. Pasalnya, jika pengikisan tebing terus terjadi, longsor akan mengancam langsung rumah-rumah warga.
“Harapannya segera ada langkah konkret agar risiko ini tidak semakin besar,” kata Mardiansyah. (Why)
