Mediacirebon.id – Sudah lebih dari sepekan Pemerintah Kota Cirebon menghadirkan pasar takjil di jalan Siliwangi bertajuk Festival Ramadan 1447 H. Festival yang menjadi sentra penjualan takjil ini mulai menunjukkan geliat positif bagi pelaku UMKM.
Namun banyak juga berbagai bersoalan yang muncul, mulai dari keluhan para pedagang sampai para pengguna jalan yang melintas di jalan Siliwangi.
“Alhamdulillah dari hari ke hari ada peningkatan, walaupun belum signifikan. Yang penting ini kan baru tahap awal Pemerintah Kota Cirebon menggelar Festival Ramadan untuk penjual takjil,” demikian disampaikan Walikota Cirebon, Effendi Edo, Rabu (4/3/2026).
Salahsatu tujuan sambung Edo, pasar takjil di jalan Siliwangi diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi kerakyatan, khususnya bagi pelaku UMKM. Sesuai rencana awal, evaluasi pun akan dilakukan setiap minggu.
Jika hasil evaluasi menunjukkan dampak positif terhadap ekonomi masyarakat dan kota secara umum, maka tidak menutup kemungkinan program berlanjut di tahun depan.
“Mudah-mudahan ke depan kalau perputaran ekonomi kerakyatannya bagus dan ekonomi Kota Cirebon juga bergerak, ini akan kita lanjutkan tahun depan,” lanjut Edo.
Dari evaluasi pekan pertama, pedagang belum sepenuhnya mengisi lapak yang disediakan. Kemudian kepadatan terjadi di Jalan Siliwangi oleh pedagang dan masyarakat yang berburu takjil.
Evaluasi lainnya, Edo memastikan Pemkot terus memantau pelaksanaan Festival Ramadan ini, terutama dari sisi manajemen parkir dan arus lalu lintas.
Pasalnya, saat ini sejumlah kantong parkir yang disiapkan justeru kosong dan tidak dipakai pengunjung atau masyarakat yang berburu takjil.
Banyak para pembeli cenderung berhenti langsung di depan lokasi lapak yang mereka tuju, baik dengan mobil maupun sepeda motor, dibandingkan memarkir kendaraan di kantong parkir yang telah disediakan.
Itulah yang menimbulkan keluhan baru soal kemacetan, selain para pedagang yang mengeluh lapaknya digunakan untuk parkir kendaraan. Maka, selanjutnya Pemkot akan mulai mengkaji beberapa kemungkinan untuk menerapkan sistem rekayasa lalu lintas.
“Kalau nanti dalam satu atau dua minggu ke depan ternyata semakin padat, kita akan lakukan manajemen rekayasa lalu lintas, mungkin dibuat satu arah. Kalau dengan satu arah masih macet, nanti bisa saja dibuat seperti car free day, tanpa kendaraan yang masuk ke lokasi festival,” jelasnya. (Why)
