Mediacirebon.id – KAI Daop 3 Cirebon menyiagakan sebanyak 2000 petugasl untuk mencegah gangguan perjalanan kereta api selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2026, mengingat saat ini Indonesia tengah dilanda cuaca ekstrim.
Petugas tambahan terdiri penilik jalan (PPJ), penjaga jalan lintas (PJL) ekstra, petugas posko dan petugas daerah rawan ekstra. Petugas dan perlengkapan tersebut disiagakan untuk mengamankan perjalanan dan memantau apabila terjadi kondisi yang dapat menghambat perjalanan kereta api.
“Fokus utama KAI adalah peningkatan keselamatan, khususnya dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem,” kata Ane Purba, Vice President Public Relation KAI saat melakukan perjalanan Kereta Inspeksi (KAIS) Lintas Utara, Selasa (2/12/2025)
Masih kata Ane, untuk menberikan kenyamanan kepada pelanggan kereta api, pihaknya menyiapkan perawatan prasarana, seperti pemasangan ballast (kecak) untuk memadatkan jalur rel, terutama di wilayah Cikampek hingga Cirebon yang menjadi titik tumpu jalur Utara dan Selatan.
Kami juga menempatkan petugas di lokasi-lokasi kritis yang rawan, termasuk menutup atau menjaga area tersebut,’ tuturnya.
Masa angkutan yang berlangsung selama 18 hari mulai 18 Desember hingga 4 Januari 2026 ini, Daop 3 Cirebon menyiapkan Lebih dari 192.000 tempat duduk. Sementara frekuensi kereta yang melintas selama masa angkutan Nataru sebanyak 154 perjalanan dan 32 kereta tambahan.
“Sejauh ini baru 20 persen tiket yang terjual. Prediksi puncak terjadi jelang Natal dan setelah perayaan Tahun Baru 2026,” jelasnya.
Sebagai langkah mendukung transportasi ramah lingkungan, KAI menyediakan drinking water di Stasiun Cirebon, Cirebon Prujakan, dan Jatibarang. Bukan hanya itu untuk mempecepat proses boarding Daop 3 Cirebon menghadirkan Face Recognition Boarding Gate.
“Semuanya ini demi memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan kereta api dan memberikan rasa nyaman saat perjalanan,” tegasnya. (Why)
