Close Menu
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Media Cirebon
Home ยป BOR RS di Kota Cirebon Turun Signifikan Dibanding Juni-Juli
Utama

BOR RS di Kota Cirebon Turun Signifikan Dibanding Juni-Juli

Thursday, 19 August 2021
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Salah satu bangunan di RS Gunung Jati, Kota Cirebon (Foto/Ist)
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

KESAMBI – Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur di RSD Gunung Jati menurun drastis dibanding bulan lalu.

Hal serupa juga terjadi pada antrean pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Sebelumnya, antrean mencapai puluhan, kini berkurang menjadi lima pasien rata-rata dalam sehari.

Direktur RSD Gunung Jati Kota Cirebon, dr Katibi menyampaikan, kondisi ini terjadi sejak pekan lalu. “Pasien dalam kondisi berat sudah berkurang. Tidak ada antrean di IGD lagi,” kata Katibi kepada wartawan, Rabu (18/8/2021).

Lihat Juga :  Ini Alasan Walikota Cirebon Buru-buru Angkat Sumanto Jadi Pj Sekda

Data pada 18 Agustus, dari 124 tempat tidur di delapan ruang isolasi, yang terpakai sebanyak 41 tempat tidur. “Jadi hanya empat ruangan yang digunakan,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, penurunan jumlah kasus terkonfirmasi positif yang ditangani RSD Gunung Jati juga turun signifikan dibanding bulan Juni dan Juli. “Alhamdulillah menurun sangat drastis,” tuturnya.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Agus Mulyadi menjelaskan, berdasarkan data terakhir BOR di seluruh rumah sakit hanya mencapai 22 persen.

Lihat Juga :  Libur Nataru, Terminal Harjamukti Siapkan Armada Tambahan

“Turunnya memang signifikan per tanggal 16 Agustus kemarin. Utamanya di RSD Gunung Jati dan rumah sakit swasta, pasien Covid-19 sudah mulai berkurang,” katanya.

Agus mengungkapkan, penurunan BOR di rumah sakit salah satunya merupakan dampak positif dari pemberlakuan PPKM darurat hingga berlevel.

“Kita harapkan momentum ini bisa terjaga supaya jangan naik kembali. Bahkan harus terus kita tekan jumlah kasusnya,” kata dia. [Why]

BOR RS Gunung Jati RS Gunung Jati
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Previous ArticleGua Sunyaragi Status Quo, Ini Keinginan Pengelola
Next Article Anggaran Terbatas, Komisi II dan DPRKP Bahas Program Prioritas 2022

Related Posts

Pemkot dan KONI Mulai Persiapan PORPROV XVJabar 2026

Friday, 30 January 2026 Utama

Tahun 2025, Daop 3 Cirebon Tutup 16 Palang Pintu Ilegal

Friday, 30 January 2026 Utama

Tengah Dikaji, BUMD Barjas Akan Berdiri di Kabupaten Cirebon

Friday, 30 January 2026 Serba Serbi
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.