Mediacirebon.id – PKB Kota Cirebon berang atas sikap Walikota Cirebon Effendi Edo yang tidak melibatkan Wakil Walikota Cirebon Siti Farda dalam merumuskan rotasi mutasi pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon beberapa hari lalu.
PKB Kota Cirebon menilai Walikota Cirebon Effendi Edo melanggar komitmen yang dibangun saat akan pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Cirebon dua tahun lalu. Apalagi wawali kerap ditinggal dalam pembahasan isu strategis di pemerintahan.
“Peran wakil walikota seolah-olah dihilangkan. Padahal seharusnya menjadi satu kesatuan yang tidak dipisahkan,” kata Sekretaris PKB Kota Cirebon Ide Bagus Setiawan (Ibas) kepada wartawan, Selasa (5/5/2026)
Dalam komitmen awal sebelum pelantikan, keduanya sepakat berbagi peran sesuai tupoksi masing-masing. Apalagi kata Ibas, PKB Kota Cirebon merupakan kendaraan politik Farida hingga mengantarkan menjadi Wawali Kota Cirrbon.
“Berbagi peran sesuai tupoksi, bukan menghilangkan peran wawali dalam menyusun kebijakan salah satunya rotasi pejabat,” ujarnya.
Ibas juga mengaku ada kebekuan komunikasi antar partai pengusung pasangan Effendi Edo-Siri Farida. Selama ini pihainya jarang diajak komunikasi dalam mewujudkan visi misi pasangan walikota dan wawali kota ini.
“Sejak pelantikan kami tidak pernah dilbatkan untuk komunikasi. Apalagi dalam pembahasan isu strategis,'” ujarnya.
Sementara itu Ketua DPC PKB Kota Cirebon, Dr. Syaifurrohman mengajak semua pihak untuk melihat situasi ini sebagai momentum untuk memperkuat kembali tali silaturahmi dan komunikasi di tingkat pimpinan.
“Keberhasilan pembangunan Kota Cirebon sangat bergantung pada keteduhan hati para pemimpinnya,” kata Gus Ipul sapaan akrabnya.
Menurutnya, riak-riak yang muncul saat ini adalah ujian komunikasi yang bisa diselesaikan dengan semangat kekeluargaan khas masyarakat Cirebon. Gus Ipul menilai hubungan antara walikota dan wawali kota adalah sebuah kesatuan yang saling melengkapi (Dwitunggal).
“Pemerintahan itu ibarat sebuah bangunan. walijota dan wawali adalah fondasi utamanya. Jika ada gesekan, jalan terbaik adalah duduk melingkar, bertabayyun, dan bicara dari hati ke hati. Kami yakin, niat tulus beliau berdua adalah sama, yaitu demi kemajuan masyarakat Cirebon,” ujar Gus Ipul dengan nada tenang.
Lebih lanjut, Gus Ipul mengimbau agar energi kepemimpinan daerah segera dikembalikan pada fokus pelayanan publik. Ia berharap agar situasi ini tidak berlarut-larut sehingga tidak mengganggu psikologis para ASN yang baru saja dilantik.
“Kita semua ingin Cirebon yang kondusif. Mari kita kedepankan etika politik yang santun dan mengayomi. Rakyat akan merasa tenang jika melihat pemimpinnya kembali harmoni dan berjalan beriringan,” tambahnya. (Why)
