Mediacirebon.id -Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Cirebon kerja sama dengan pertamina memberi tambahan stok BBM non-subsidi untuk kapal nelayan di PPN Kejawanan.
Sebelumnya sebanyak 100 kapal nelayan di Pelabuhan PPN Kejawanan terpaksa berhenti melaut lantaran pasokan stok BBM non-subsidi menipis. Kapal nelayan terpaksa sandar sembari menunggu pengiriman tambahan pasokan BBM.
Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan DKPPP Kota Cirebon, Yudi Lukmana Hakim mengatakan, dari hasil kerja sama, Pertamina Dex mengirimkan 8 Kiloliter (kL) BBM non-subsidi.
Jumlah ini jauh dari kebutuhan kapal nelayan. Namun pihaknya akan kembali meminta pertamina untuk mengirimkan BBM non-subsidi.
“Kami akan berusaha memasok kebutuhan BBM bagi kapal nelayan di PPN Kejawanan,” katanya kepada wartawan, Kamis (16/4/2026)
Kebutuhan BBM untuk kapal nelayan cukup besar. Seperti Kapal di bawah 30 gross tonnage (GT) membutuhkan 20 hingga 24 kL, sedangkan kapal di atas 30 GT bisa mencapai 32 kiloliter kL.
“Kebutuhan tersebut untuk sekali operasional kapal selama 3 bulan berada di tengah lautan untuk mencari ikan,” ujarnya.
Menurut Kepala DKPPP Kota Cirebon Elmi Masruroh, kebutuhan BBM subsidi untuk nelayan sangat terbatas dan regulasi yang cukup ketat. Kerja sama dengan Pertamina merupakan cara dinasnya memenuhi kebutuhan BBM bagi kapal nelayan.
“Kuota BBM subsidi yang diterima Kota Cirebon saat ini sekitar 2.700 kiloliter per tahun. Jumlah tersebut harus dibagi secara merata agar seluruh nelayan tetap memperoleh jatah,” katanya.
DKPPP membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta, meski saat ini distribusi masih terkendala akibat terbatasnya stok dan kenaikan harga minyak dunia. (Why)
