Mediacirebon.id – Masa liburan, terutama setelah momen besar seperti Lebaran, selalu menjadi waktu yang dinanti anak-anak. Hari-hari diisi dengan bermain bebas, berkumpul bersama keluarga, hingga menikmati suasana tanpa tekanan. Namun, ketika liburan berakhir dan rutinitas sekolah kembali dimulai, tidak sedikit anak yang mengalami perubahan suasana hati. Kondisi ini dikenal sebagai post holiday blues pada anak.
Apa itu Post Holiday Blues pada Anak?
Kondisi perubahan emosi setelah liburan berakhir, ketika anak harus kembali ke rutinitas harian seperti sekolah dan aturan yang lebih terstruktur. Anak yang sebelumnya merasa bebas, tiba-tiba harus kembali mengikuti aturan, jadwal sekolah, dan tuntutan belajar. Perubahan ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman hingga penurunan semangat.
Tanda-tandanya pada Anak
Kondisi ini terjadi karena anak mengalami apa yang disebut sebagai “kontras emosi”. Mereka harus beralih dari suasana yang penuh kebebasan dan kesenangan menuju rutinitas yang lebih teratur. Di sisi lain, anak juga merasakan kehilangan momen kebersamaan dengan keluarga atau teman bermain selama liburan. Belum lagi, selama liburan anak sering mendapatkan stimulasi berlebih seperti penggunaan gadget, konsumsi makanan tertentu, dan aktivitas yang padat, yang kemudian berhenti secara tiba-tiba.
Beberapa gejala yang sering muncul :
- Murung atau mudah menangis tanpa sebab jelas
- Malas kembali ke sekolah
- Mudah marah atau rewel
- Pola tidur berubah (susah bangun pagi)
- Kehilangan semangat bermain atau belajar
Cara Mengatasinya
Untuk membantu anak melewati fase ini, orang tua perlu memberikan pendampingan yang tepat. Kunci utamanya adalah pendekatan yang pelan, hangat, dan konsisten. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah melakukan transisi secara bertahap, misalnya :
Transisi Bertahap
- Atur kembali jam tidur & bangun beberapa hari sebelum sekolah
- Kurangi penggunaan gadget secara perlahan
Validasi Perasaan Anak
- Hindari langsung melabeli anak sebagai malas, dan cobalah memahami perasaannya dengan mengatakan bahwa wajar jika ia masih merindukan suasana liburan. Dengan begitu, anak merasa dimengerti dan lebih siap untuk beradaptasi.
Bangun Rutinitas yang Menyenangkan
- Siapkan perlengkapan sekolah bersama
- Ceritakan hal seru yang bisa dilakukan di sekolah
Sisipkan Waktu Bermain
- Bermain tetap kebutuhan penting anak
- Tidak perlu liburan besar, cukup aktivitas sederhana bersama orang tua
Jadi Role Model
- Tunjukkan semangat kembali beraktivitas
- Anak akan meniru energi positif dari orang tuanya
Pada akhirnya, setiap anak membutuhkan waktu untuk beradaptasi setelah menikmati masa liburan. Post holiday blues adalah hal yang wajar, bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan berlebihan. Dengan pendampingan yang penuh kesabaran, kehangatan, dan konsistensi, anak akan perlahan kembali menemukan ritme dan semangatnya. Peran orang tua menjadi kunci, karena dari lingkungan yang suportif, anak belajar menghadapi perubahan dengan lebih percaya diri dan bahagia.
