Mediacirebon.id – Perempuan asal Surabaya berinisial WS (46) menjadi korban Love scamming oleh pria berkebangsaan kamerun yang sudah menjadi WNI. Akibat Love scamming uang korban sebesar Rp2,1 miliar dicuri oleh pelaku.
WS menceritakan awal pertemuan dengan pria asal Kamerun yang bernama asli Heric Simphorien Mbouya dan memakai nama samaran William. Waktu itu perkenalan WS dengan Wiliam di Apartement Menara Jakarta.
“Singkat cerita kami bertemu di tempat Gym kemudian memperkenalkan diri. Wiliam mengaku ingin mengenal indonesia dan meminta nomor telpon. Awalnya menolak, tapi dia terus meminta akhirnya saya berikan,” kata WS kepada wartawan, Senin (9/12/2025)
Wiliam kepada WS mengaku bekerja di UNICEF lembaga PBB yang fokus dalam perlindungan hak anak di seluruh dunia. Komunikasi keduanya semakin inten hingga bertemu sebanyak 8 kali.
“Kami saling berkomunikasi dan bertemu beberapa kali. Apa yang disampaikan oleh Wiliam saya percaya saja padahal faktanya bohong,” katanya.
Wiliam kemudian mengaku dipecat dari pekerjaannya dan ingin berbisnis. Dia kemudian meminta uang untuk modal usaha sebesar Rp2,1 miliar. WS menuruti kemauan Wiliam karena iba. Setelah mendapatkan uang Wiliam kemudian hilang entah kemana.
“Saya selalu percaya omongan dia sampai mau menyerahkan uang hasil jeripayah selama bekerja. Apalagi nilainya sampai miliaran,” ujar WS.
WS kemudian melaporkan perbuatan Wiliam ke Polres Jakarta Pusat pada 12 Januari 2025. Lantaran tidak ada kabar dari pihak kepolisian akhirnya WS mencari keberadaan pelaku. Informasi dari rekannya Wiliam berada di perumahan di Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon.
“Saya langsung temui dan bertemu istrinya. Saya jelaskan semuanya dan istrinya enggan membuka ruang diskusi terkesan menutupi keberadaan pelaku. Apalagi istrinya mengaku pernah dikirim uang dari Wiliam,” jelas WS.
WS meminta kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk turun tangan menyelesaikan persoalan ini. Dia pun hanya meminta uang yang sudah diambil dikembalikan lagi dan siap untuk mediasi.
“Saya hanya ingin uangnya kembali itu saja. Oleh sebab itu saya minta Gubernur Jawa Barat membantu karena ada warganya yang sudah berbuat jahat kepada saya,” tegasnya. (Why)
