Close Menu
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Media Cirebon
Home » Dinkes Kabupaten Cirebon Ingatkan SPPG Wajib SLHS

Dinkes Kabupaten Cirebon Ingatkan SPPG Wajib SLHS

Monday, 20 October 2025
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Ilustrasi MBG
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Mediacirebon.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon mengingatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

SLHS sangat penting untuk memastikan sanitasi SPPG berjalan dengan baik dan tidak mencemari lingkungan sekitar.

“Sanitasi ini sangat penting karena SPPG beroperasi lima hari dalam sepekan dan mengolah lebih dari ribuan menu MBG setiap hari,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni, Senin (20/10/2025)

Masih kata Eni, inspeksi beberapa pekan lalu Dinkes mendapati SPPG belum sesuai dengan standar. Seperti belum ada instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan pemanas ompreng.

Lihat Juga :  Tegal Patalunan, Motif Batik Baru Khas Cirebon

“Dua syarat itu menjadi standar untuk bisa mendapatkan SLHS,” tegasnya.

Di Kabupaten Cirebon sendiri total ada 89 SPPG, 45 diantaranya sudah aktif dan sisanya segera launching. Dari 48 SPPG 22 SPPG telah mengantongi SLHS dan 26 SPPG masih dalam proses.

Eni mengingatkan bahwa sesuai surat edaran dari Kementerian Kesehatan bahwa akhir Oktober 2025 ini, semua SPPG sudah harus mempunyai SLHS.

Selain SLHS, SPPG wajib mempekerjakan tenaga ahli gizi. Kehadiran ahli gizi sangat penting untuk memastikan kualitas layanan gizi tetap terjaga.

Lihat Juga :  H+3 Lebaran 12 Ribu Penumpang Berangkat di Stasiun Cirebon

“Ketentuannya satu SPPG harus ada satu ahli gizi. Ini standar dari BGN agar program makan bergizi gratis lebih terjamin,” ujarnya.

Selain soal tenaga, Eni mengingatkan pentingnya pengelolaan waktu masak. Makanan sebaiknya tidak dimasak terlalu dini agar tetap aman dikonsumsi saat disajikan.

“Air yang digunakan harus bebas bakteri E Coli, bahan makanan harus segar, dan penyajian wajib higienis,”katanya. (Why)

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Anggaran Penginapan DPRD Kab Cirebon Mencapai Rp4,31 Miliar

Wednesday, 15 April 2026 Utama

Tuntut Gaji Layak, PPPK Paruh Waktu Lapor ke DPRD Kota Cirebon

Wednesday, 15 April 2026 Utama
Terbaru
  • Anggaran Penginapan DPRD Kab Cirebon Mencapai Rp4,31 Miliar
  • Tuntut Gaji Layak, PPPK Paruh Waktu Lapor ke DPRD Kota Cirebon
  • Bupati Cirebon Ajak Duta Besar Bulgaria Kerja Sama Industri
  • Partai Garuda Siap Jadi Kontestan di Pemilu Kota Cirebon
  • Waspada Info Loker PT KAI, Ini Website Resminya
  • 3 Direksi BPR Bank Cirebon Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Negara Rugi Rp17 Miliar
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.