Close Menu
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Media Cirebon
Home » PAD Meleset, Kondisi Perumda Farmasi Memprihatinkan

PAD Meleset, Kondisi Perumda Farmasi Memprihatinkan

Monday, 28 July 2025
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, M Handarujati Kalamullah rapat dengan jajaran direksi Perumda Farmasi
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Mediacirebon.id – Kondisi Perushaan Umum Daerah Farmasi Ciremai Kota Cirebon semakin memprihatinkan. Hal itu ditunjukkan dengan ketidakmampuan perusahaan memberikan pendapatan asli daerah (PAD). 

Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, M Handarujati Kalamullah SSos MAP mengatakan, keprihatinan ditunjukkan dengan sulitnya Perumda Farmasi dalam membiayai operasional perusahaan. Bahkan perusahaan harus meminjam dana dengan jaminan SK Direksi, termasuk SK Direktur Utama dan enam pegawai.

“PAD Perumda Farmasi jauh dari yang diharapkan. Ini bukti bahwa salah satu perusahaan milik Pemda Kota Cirebon dalam kondisi kritis,” ujarnya, Senin (28/7/2025)

Bukan hanya itu, Perumda Farmasi lemah dalam permodalan dan belum dimilikinya izin Pedagang Besar Farmasi (PBF). Hal ini yang menghambat dalam pengembangan usaha Perumda Farmasi Ciremai

Lihat Juga :  Cegah Krisis Pangan, Bupati Cirebon Kembali Dorong Regenerasi Petani

“Tanpa legalitas itu, perusahaan tidak bisa menjalankan distribusi obat dan memberikan supply dalam bentuk Perdagangan Besar Farmasi dan Penyalur Peralatan Kesehatan,” ujarnya.

Atas dasar itu, Komisi II DPRD Kota Cirebon mendesak pemerintah daerah untuk segera menyelesaikan berbagai permasalahan yang membelit perusahaan BUMD tersebut, agar fungsinya sebagai penyedia layanan farmasi publik berjalan optimal.

Salah satu opsi intervensi yang dapat ditempuh yaitu mendorong kerja sama Perumda Farmasi Ciremai dengan RSD Gunung Jati serta memaksimalkan Klinik Pratama dan Klinik Utama guna menjaga keberlangsungan operasional perusahaan. Saat ini hanya apotik saja yg berjalan.

Lihat Juga :  Komnas Perempuan: Perempuan Alami Kekerasan Seksual, Jangan Takut Lapor

“Harus ada rencana jangka pendek, menengah, dan panjang agar Perumda ini bisa bangkit dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Direktur Perumda Farmasi Ciremai, Emirzal Hamdani menjelaskan, dari lima unit usaha yang ada, hanya apotek yang masih berjalan baik. Selain itu, dokter yang berpraktek di Perumda Farmasi hanya ada lima orang yaitu dokter penyakit kulit kelamin, dokter THT, dokter kandungan, dokter saraf dan dokter gigi.

“Kendala salah satunya kebijakan BPJS soal pembatasan jatah operasi mata, hingga terbatasnya permodalan,” papar Emir. (Why)

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Wakil Walikota Cirebon Pimpin Perwosi Periode 2026-2030

Thursday, 16 April 2026 Serba Serbi

Stok Menitipis, Ratusan Kapal Nelayan Sandar di PPN Kejawanan

Thursday, 16 April 2026 Utama
Terbaru
  • Wakil Walikota Cirebon Pimpin Perwosi Periode 2026-2030
  • Stok Menitipis, Ratusan Kapal Nelayan Sandar di PPN Kejawanan
  • BPS dan Kadin Sinergi Sensus Ekonomi 2026 di Kota Cirebon
  • Anggaran Penginapan DPRD Kab Cirebon Mencapai Rp4,31 Miliar
  • Tuntut Gaji Layak, PPPK Paruh Waktu Lapor ke DPRD Kota Cirebon
  • Bupati Cirebon Ajak Duta Besar Bulgaria Kerja Sama Industri
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.