Mediacirebon.id – Ketua TP PKK Jabar secara resmi mengukuhkan Ketua dan melantik pengurus TP PKK Kota Cirebon periode 2025-2030 di Balai Kota Cirebon, Selasa (3/6/2025).
Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan pemerintah provinsi Jabar dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif
Ketua TP PKK Jabar Siska Gerfianti mengajak para Ketua TP PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Cirebon untuk mendukung visi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat “Jabar Istimewa”.
“Saya ingin menyampaikan satu hal pokok bahwa visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur ‘Lembur Diurus, Kota Ditata, Jabar Istimewa’ seyogyanya dapat didukung penuh oleh TP PKK dan Tim Pembina Posyandu,” tegas Siska yang juga kepala DP3AKB Jabar.
Menurut Siska, ada 10 program pokok PKK yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Yakni meningkatkan kualitas hidup keluarga di berbagai bidang, mulai kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga lingkungan hidup.
Sementara itu, Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan dasar di masyarakat, berperan penting dalam pelaksanaan enam standar pelayanan minimum di tingkat desa dan kelurahan.
Layanan tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, keamanan ketertiban umum lingkungan masyarakat, dan sosial.peran krusial dalam mendukung keberhasilan program-program tersebut.
“Kedudukan dan peran strategis yang diemban oleh Ketua TP PKK sangatlah vital. PKK dan Posyandu adalah dua pilar utama dalam pembangunan keluarga dan Masyarakat,” tegas Siska.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Cirebon periode 2025-2030, Noviyanti Edo, menyampaikan komitmennya mendukung penuh visi Pemerintah Daerah. Ia mengatakan, TP PKK bertekad mewujudkan Kota Cirebon yang Sejahtera, Tertata, Aspiratif, Aman, dan Berkelanjutan atau “Setara Berkelanjutan”, melalui pelaksanaan 10 Program Pokok PKK.
Ia menjelaskan bahwa program-program tersebut fokus pada penguatan ketahanan keluarga, peningkatan kualitas hidup perempuan dan anak, ketahanan pangan rumah tangga, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan yang inklusif.
“Kami menyadari tantangan ke depan cukup kompleks. Oleh karena itu, pengurus baru diharapkan membawa semangat segar untuk membangun komunikasi terbuka, sinergi erat, dan pelayanan yang lebih menyentuh kebutuhan masyarakat,” jelas Noviyanti.
