Close Menu
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Utama
  • Wakil Rakyat
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Kriminal
  • Viral
  • Wisata & Kuliner
  • Opini
Media Cirebon
Home » Warga Tegalgubug, Keluhkan Proyek Transmisi Gas Bumi

Warga Tegalgubug, Keluhkan Proyek Transmisi Gas Bumi

Tuesday, 8 July 2025
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Proyek strategis nasional pembangunan pipa transmisi gas bumi Cirebon-Semarang memicu keluhan warga Tegalgubug,
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Mediacirebon.id – Proyek strategis nasional pembangunan pipa transmisi gas bumi Cirebon-Semarang memicu keluhan warga Tegalgubug, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon. Warga mengeluh lantaran rumahnya mengalami kerusakan akibat pengeboran proyek tersebut.

Iim, salah satu warga terdampak, menceritakan kejadian berawal dari suara getaran keras saat proyek pengeboran berlangsung. Disusul dengan retaknya lantai ruang tengah dan kamar tidur.

Bukan hanya itu, air bercampur lumpur berwarna coklat merembes ke lantai hingga menggenangi rumah

“Rumah saya penuh lumpur, keluarga saya terganggu, ini benar-benar merusak rumah kami. Saya masih trauma kalau terdengar suara getaran lagi dari proyek itu,” kata Iim dengan nada cemas, Selasa (8/7/2025).

Lihat Juga :  Anak Usia di Bawah 12 Tahun, Diizinkan Naik KA Asal Didampingi Orang Tua

Kehadiran lumpur ini membuat aktivitas keluarga Iim lumpuh. Mereka terpaksa membersihkan rumah berkali-kali agar bisa beraktivitas kembali.

“Kami tidak bisa tidur dengan tenang, khawatir lumpur keluar lagi. Anak-anak juga jadi takut,” tambah Iim.

Sementara itu, Sekretaris Desa Tegalgubug, Hadi Syafruddin, membenarkan kejadian tersebut dan menyebut bukan kali pertama warga mengeluhkan dampak pengeboran proyek pipa gas nasional ini.

“Memang sebelumnya juga pernah muncul lumpur saat pengeboran. Warga sempat khawatir, tapi setelah dijelaskan pihak proyek, mereka memahami kalau hal ini bisa terjadi,” jelas Hadi.

Lihat Juga :  Cegah Kecelakaan, Daop 3 Cirebon Tutup 11 Palang Pintu KA Ilegal

Meski demikian, Hadi menegaskan pihak desa mendukung langkah warga yang menuntut kejelasan dan ganti rugi atas kerusakan yang dialami.

Hadi menyebut pihak pengelola proyek telah melakukan pertemuan dengan warga dan berjanji akan melakukan survei ke rumah-rumah terdampak untuk mencatat kerusakan dan menghitung potensi kerugian.

“Nanti akan dibuat kesepakatan kapan ganti rugi diberikan dan berapa nilainya, yang jelas warga ingin kepastian dan penanganan cepat,” kata Hadi.

Hadi juga meminta pihak proyek untuk melakukan langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terus terulang selama pembangunan jalur pipa gas berlangsung di wilayah Desa Tegalgubug. (Aap)

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Wakil Walikota Cirebon Pimpin Perwosi Periode 2026-2030

Thursday, 16 April 2026 Serba Serbi

Stok Menitipis, Ratusan Kapal Nelayan Sandar di PPN Kejawanan

Thursday, 16 April 2026 Utama
Terbaru
  • Wakil Walikota Cirebon Pimpin Perwosi Periode 2026-2030
  • Stok Menitipis, Ratusan Kapal Nelayan Sandar di PPN Kejawanan
  • BPS dan Kadin Sinergi Sensus Ekonomi 2026 di Kota Cirebon
  • Anggaran Penginapan DPRD Kab Cirebon Mencapai Rp4,31 Miliar
  • Tuntut Gaji Layak, PPPK Paruh Waktu Lapor ke DPRD Kota Cirebon
  • Bupati Cirebon Ajak Duta Besar Bulgaria Kerja Sama Industri
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.