Mediacirebon.id – Ratusan ibu rumah tangga mendesak Polresta Cirebon menangkap Yose Gasela atas dugaan penipuan dengan modus arisan online. Pasalnya sejak dilaporkan 20 Agustus 2024 lalu, hingga saat ini belum ada langkah tegas dari Polresta Cirebon.
Juru bicara korban, Natha Syakilah mengaku kecewa dengan kinerja Polresta Cirebon. Sebab sejak dilaporkan belum pernah polisi memanggil saksi maupun minta keterangan dari korban. Padahal sudah banyak kerugian yang diderita korban.
“Sudah satu tahun tidak jelas, apakah diproses laporan kami atau tidak. Kalau pun diproses kenapa kami belum dimintai keterangan,” ungkapnya kepada wartawan, Sabtu (25/10/2025)
Total ada ratusan korban dengan nilai kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Kerugian akibat korban menjanjikan keuntungan 10 persen setiap bulan dari pemegang arisan online.
“Kami jelas tergiur dengan keuntungan yang besar setiap bulan. Kami menganggap ini investasi yang menjanjikan,” ujarnya.
Modus pelaku dengan menawarkan korban ikut dalam arisan online yang didapat setiap bulan. Di bulan pertama dan kedua pelaku lancar memberikan keuntungan. Di bulan berikutnya keuntungan tidak diberikan bahkan modal awal hilang.
“Misalnya setor Rp25 juta, dijanjikan bulan depan cair Rp30 juta. Jadi seperti titip dana tapi dibungkus dengan nama arisan,” tuturnya.
Sejak banyak peserta arisan online yang menagih, pelaku sulit dihubungi bahkan terkesan menghindar. Namun sejak beberapa bulan lalu keberadaan pelaku hilang. Pihaknya khawatir uang yang sudah dititipkan hilang.
“Kami terus tagih karena uang yang dititipkan jumlahnya tidak sedikit dan uang itu hasil tabungan untuk kebutuhan mendesak,” jelasnya. (Aap)
