Mediacirebon.id – Polresta Cirebon akan menutup jalan untuk memutar balik arah atau U-Turn di sepanjang jalur pantura selama Operasi Ketupat Lodaya 2026. Total ada 77 penutupan U-Turn mulai dari Susukan sampai Plered sebanyak 44 titik dan sepanjang jalur Astanajapura sampai losari sepanjang 33 Titik.
“Jadi seperti kita ketahui Cirebon merupakan titik pertemuan jalan arteri maupun jalan tol. Kami memiliki 50KM panjang ruas tol yang melintas di wilayah Kabupaten Cirebon,” kata Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama, Senin (9/3/2026)
Penutupan U-Turn menggunakan bambu, Water Barier, Trailing dan Tolo- Tolo. Pihaknya menyediakan sarana prasarana selama kegiatan pengamanan antara lain Traffic Cone 250 unit, Water Barier 200 unit, Trailing 100 unit, Tolo- Tolo 300 unit, dan yang menggunakan bambu 500 unit kemudian rambu portable 50 unit.
“Secara keseluruhan sudah siap nanti tinggal dilakukan pemasangan oleh anggota secara bertahap,” katanya.
Penutupan U-Turn di jalur mudik bertujuan utama untuk mencegah kemacetan, mengurangi konflik arus lalu lintas, dan meningkatkan keselamatan berkendara. Langkah rekayasa lalu lintas ini efektif mengurai kepadatan, terutama di jalur Pantura dan arteri lainnya, dengan menghilangkan titik-titik perlambatan yang disebabkan kendaraan berputar arah.
“Kami ingin pastikan tidak ada kendaraan yang tersendat akibat kendaraan yang memutar arah. Selain itu demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemudik,” jelasnya.
Adapun Pos Pengamanan (Pos Pam) dan Pos Pelayanan (Pos Yan) yang disiapkan oleh Polresta Cirebon dalam rangka Operasi Ketupat Lodaya 2026 terdiri dari 1 Pos Utama, 1 Pos Terpadu, 3 Pos Pelayanan, serta 11 Pos Pengamanan yang tersebar di sejumlah titik strategis di wilayah hukum Polresta Cirebon.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan mudik agar mempersiapkan diri dengan baik, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan, serta mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” pungkasnya (why)
