Close Menu
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Media Cirebon
Home ยป SDM Jadi Kendala, Puskesmas 24 Jam Sulit Terwujud
Utama

SDM Jadi Kendala, Puskesmas 24 Jam Sulit Terwujud

Thursday, 26 February 2026
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Puskesmas 24 Jam Kota Cirebon menggunakan AI
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Mediacirebon.id – Puskesmas 24 jam di Kota Cirebon menjadi jawaban akan keresahan masyarakat dengan kegawatdaruratan BPJS di rumah sakit. Namun sayangnya rencana puskesmas 24 jam menghadapi banyak tantangan.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Cirebon, dr Hj Siti Maria Listiyawati, SDM dan fasilitas kesehatan menjadi tantangan yang harus dihadapi. Bukan hanya itu kebijakan efesiensi anggaran menjadi tantangan terwujudnya puskesmas 24 jam.

“Masih perlu dibahas lebih jauh dengan pemerintah jika ingin mewujudkan puskesmas 24 jam,” kata Maria kepada wartawan, Kamis (26/2/2026)

Pihaknya mencontoh, untuk bisa mewujudkan puskesmas 24 jam dibutuhkan tambahan tenaga kesehatan baik dokter maupun perawat. Sementara Pemkot Cirebon tengah efesiensi anggaran dan pembatasan SDM.

“Puskesmas yang ada hanya untuk layanan dari pagi sampai sore. Kalau ingin sampai 24 jam harus ada penambahan nakes,” ujarnya.

Lihat Juga :  Polres "Ciko" Sediakan Mudik Gratis Tujuan Semarang dan Solo, Ini Syaratnya

Solusi yang dilakukan dengan mengandalkan Public Safety Center (PSC) 119, Itupun dengan kondisi fasilitas yang sangat terbatas. Meski demikian dinkes tetap memaksimalkan layanan kesehatan demi masyarakat Kota Cirebon.

“PSC 119 cukup memprihatinkan. Kami ada 3 mobil tapi hanya 1 yang bisa melayani. Tenaga kesehatan juga sangat kurang. Idealnya untuk bisa melayani dibutuhkan 30 personel,” tuturnya.

Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, Yusuf MPd menyatakan, meskipun progres program ini cukup rumit, urgensinya sangat jelas, yaitu demi mengurangi penumpukan (overload) pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit.

Persoalan utama yang disoroti adalah nasib pasien non-darurat yang membutuhkan bantuan medis setelah jam operasional poliklinik Puskesmas berakhir.

Lihat Juga :  Tuang Bensin ke Jerigen, Tiga Mobil Terbakar di Masjid Al-Falah Kedawung

“Ini kan tanggung posisinya. Jika pasien datang ke IGD dalam kondisi tidak darurat, mereka harus membayar mandiri karena tidak bisa di-cover oleh BPJS. Hal inilah yang harus kita carikan solusinya,” ujar Yusuf usai rapat kerja di Griyasawala.

Melihat kondisi yang ada, Komisi III mendesak Pemerintah Kota Cirebon untuk segera turun tangan memprioritaskan anggaran optimalisasi PSC 119 demi menjamin pelayanan kesehatan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

“DPRD harus hadir untuk membantu ini. PSC 119 itu luar biasa karena mereka jemput bola dan siap siaga 24 jam. Jika dipanggil kapan pun, mereka harus merespon cepat,” tegasnya. (Why)

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Previous ArticleHut ke-68, Jadi Hari Terakhir Opang Menjabat Dirut PAM TGN
Next Article Mudik Lebaran 2026, 557 Tukang Becak di Jalur Pantura Akan Dapat Uang Kopensasi

Related Posts

Target Jabar 2026 Penurunan Prevelensi Stunting Hingga 10 Persen

Thursday, 26 February 2026 Utama

Mudik Lebaran 2026, 557 Tukang Becak di Jalur Pantura Akan Dapat Uang Kopensasi

Thursday, 26 February 2026 Utama

Hut ke-68, Jadi Hari Terakhir Opang Menjabat Dirut PAM TGN

Thursday, 26 February 2026 Utama
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.