Mediacirebon.id – Warung Kopi Manis (WKM) kembali mengadakan Ceker Cup 2026 series ketiga. Dengan peraturan yang sama, pemain harus berjuang membuat gol di lapangan kubangan lumpur sawah.
Event tak biasa ini berlangsung di sawah yang disulap menjadi Lapangan Sepak Bola mini di Warung Kopi Manis, Jalan Ir. Soekarno, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Sabtu (3/1/2026)
Pemilik Warung Kopi Manis, Anton Octavianto mengatakan, Ceker Cup bukan sekadar perlombaan olahraga, melainkan upaya menghidupkan kembali cerita dan kenangan bermain bola di kampung dengan segala keterbatasannya.
“Ceker Cup ini kami gelar untuk menghadirkan kembali suasana main bola zaman dulu. Lapangan seadanya, tanpa sepatu, dan penuh lumpur. Di situlah letak keseruannya,” ujar Anton.
Bukan hanya itu Ceker Cup menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 Warung Kopi Manis Group. Masih kata Anton, WKM tetap konsisten menghadirkan konsep resto dengan suasana zaman dulu.
Turnamen ini diikuti oleh 16 tim yang saling beradu ketangkasan dengan format lima pemain per tim, bermain tanpa alas kaki (nyeker) di atas sawah berlumpur. Sistem pertandingan menggunakan gugur, sehingga setiap laga menjadi penentuan.
Anton menjelaskan, bermain di atas lumpur memberikan tantangan tersendiri bagi para peserta. Kondisi lapangan yang licin dan tidak rata membuat pemain harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk berlari, menjaga keseimbangan, sekaligus menguasai bola.
“Permainannya cukup berat. Lumpur membuat gerakan terbatas, belum lagi pemain harus jatuh bangun. Tapi justru di situlah daya tarik Ceker Cup,” katanya.
Ceker Cup 2026 digelar selama dua hari, Sabtu dan Minggu (3–4 Januari 2026). Pertandingan penyisihan dilaksanakan pada hari pertama, sementara semi final hingga final akan digelar pada hari kedua.
Selain gengsi, turnamen ini juga menawarkan hadiah unik. Setiap Juara Ceker Cup 2026 akan membawa pulang satu ekor kambing, sementara top skor turnamen akan mendapatkan satu ekor ayam.
Anton menambahkan, Ceker Cup telah menjadi agenda rutin WKM Group sebagai bagian dari upaya mendukung promosi wisata berbasis komunitas dan budaya lokal di Kabupaten Cirebon. (Why)
