Mediacirebon.id – Melalui program Cirebon Smart Village dan Desa Cantik (Cinta Statistik) Wakil Bupati Cirebon, H. Agus Kurniawan Budiman meminta data di desa terintegrasi dengan pemerintah daerah. Sehingga pelayanan untuk masyarakat lebih mudah dan cepat.
Cinta Statistik merupakan program pemerintah Kabupaten Cirebon untuk mempermudah pelayanan di masyarakat. Dalam program ini desa dituntut untuk memaksimalkan digitalisasi dalam pelayanan.
Wakil Bupati yang akrab disapa Jigus itu mengatakan, Pemkab Cirebon mendorong pembangunan desa berbasis digital dan data.Ia menyebutkan ada 96 desa yang ikut dalam program tersebut.
“Di era digitalisasi, desa harus mampu beradaptasi. Tentunya dengan harapan pelayanan publik bisa berjalan maksimal,” ungkapnya.
Jigus berharap, program Smart Village dapat berjalan dengan baik karena menjadi konsep pembangunan desa yang berbasis digital. Menurutnya, data merupakan elemen penting yang akan menjadi dasar dalam perencanaan dan pelayanan di tingkat desa.
“Harapan kami dari pemerintah daerah tentunya semoga desa Smart Village ini bisa berjalan dengan baik, karena ini merupakan konsep pembangunan desa berbasis digital. Data ini sangat penting, terutama data dasar yang nantinya diterapkan di desa-desa,” jelasnya.
Ia menambahkan, digitalisasi desa tidak hanya menyentuh pembangunan, tetapi juga pelayanan publik. Data dasar yang dihimpun meliputi jumlah penduduk, laki-laki dan perempuan, angka kelahiran, kematian, penduduk pindah datang dan pindah pergi.
“Terutama data dasar, jumlah penduduk di desa, dibagi laki-laki dan perempuan, jumlah yang lahir, yang meninggal, yang pindah datang dan pindah pergi,” ungkapnya.
Selain itu, aplikasi yang digunakan dalam program tersebut ke depan juga akan memuat data lain seperti jumlah pengangguran, luas wilayah desa, zonasi lahan sawah, pekarangan, lahan perumahan, hingga data rumah tidak layak huni.
“Insya Allah ke depannya bisa mencakup keseluruhan data yang terkait di desa masing-masing, supaya bisa bersinergi dengan pemerintah daerah,” katanya.
Menurut Jigus, integrasi data antara desa dan pemerintah daerah diharapkan dapat mewujudkan keseragaman data atau satu data terpadu.
“Harapannya nanti antara data di desa dan pemerintah daerah bisa menjadi pemadanan data atau satu data,” tambahnya. (Why)
