Close Menu
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Media Cirebon
Home » Program Cinta Statistik, Digitaliasi Desa untuk Maksimalkan Pelayanan Publik
Serba Serbi

Program Cinta Statistik, Digitaliasi Desa untuk Maksimalkan Pelayanan Publik

Wednesday, 21 January 2026
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Wakil Bupati Cirebon, H. Agus Kurniawan Budiman menutup program Cinta Statistik
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Mediacirebon.id – Melalui program Cirebon Smart Village dan Desa Cantik (Cinta Statistik) Wakil Bupati Cirebon, H. Agus Kurniawan Budiman meminta data di desa terintegrasi dengan pemerintah daerah. Sehingga pelayanan untuk masyarakat lebih mudah dan cepat.

Cinta Statistik merupakan program pemerintah Kabupaten Cirebon untuk mempermudah pelayanan di masyarakat. Dalam program ini desa dituntut untuk memaksimalkan digitalisasi dalam pelayanan.

Wakil Bupati yang akrab disapa Jigus itu mengatakan, Pemkab Cirebon mendorong pembangunan desa berbasis digital dan data.Ia menyebutkan ada 96 desa yang ikut dalam program tersebut.

“Di era digitalisasi, desa harus mampu beradaptasi. Tentunya dengan harapan pelayanan publik bisa berjalan maksimal,” ungkapnya.

Jigus berharap, program Smart Village dapat berjalan dengan baik karena menjadi konsep pembangunan desa yang berbasis digital. Menurutnya, data merupakan elemen penting yang akan menjadi dasar dalam perencanaan dan pelayanan di tingkat desa.

Lihat Juga :  Budiman Sudjatmiko Kick Off Program “Tanam Sekali, Panen Empat Kali” di Cirebon

“Harapan kami dari pemerintah daerah tentunya semoga desa Smart Village ini bisa berjalan dengan baik, karena ini merupakan konsep pembangunan desa berbasis digital. Data ini sangat penting, terutama data dasar yang nantinya diterapkan di desa-desa,” jelasnya.

Ia menambahkan, digitalisasi desa tidak hanya menyentuh pembangunan, tetapi juga pelayanan publik. Data dasar yang dihimpun meliputi jumlah penduduk, laki-laki dan perempuan, angka kelahiran, kematian, penduduk pindah datang dan pindah pergi.

“Terutama data dasar, jumlah penduduk di desa, dibagi laki-laki dan perempuan, jumlah yang lahir, yang meninggal, yang pindah datang dan pindah pergi,” ungkapnya.

Lihat Juga :  Pemda Kota Cirebon Berharap Prestasi Terbaik Diraih di STQH Jabar 2023

Selain itu, aplikasi yang digunakan dalam program tersebut ke depan juga akan memuat data lain seperti jumlah pengangguran, luas wilayah desa, zonasi lahan sawah, pekarangan, lahan perumahan, hingga data rumah tidak layak huni.

“Insya Allah ke depannya bisa mencakup keseluruhan data yang terkait di desa masing-masing, supaya bisa bersinergi dengan pemerintah daerah,” katanya.

Menurut Jigus, integrasi data antara desa dan pemerintah daerah diharapkan dapat mewujudkan keseragaman data atau satu data terpadu.

“Harapannya nanti antara data di desa dan pemerintah daerah bisa menjadi pemadanan data atau satu data,” tambahnya. (Why)

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Previous ArticleKamar Kos di Kesenden Kota Cirebon Jadi Tempat Meracik Sinte
Next Article Komisi II Minta DUPTR Fokus Tangani Banjir dan Infrastruktur Tahun 2026

Related Posts

Tengah Dikaji, BUMD Barjas Akan Berdiri di Kabupaten Cirebon

Friday, 30 January 2026 Serba Serbi

Jigus Buka Turnamen Sirkuit Bridge Bupati Cup 2026

Saturday, 24 January 2026 Serba Serbi

Aspirasi Pentahelix Jadi Acuan Pemkab Cirebon Susun RKPD 2027

Tuesday, 20 January 2026 Serba Serbi
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.