Close Menu
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Media Cirebon
Home ยป Politik Identitas Sebagai Peluang Atau Tantangan Di Negara Demokrasi
Utama

Politik Identitas Sebagai Peluang Atau Tantangan Di Negara Demokrasi

Tuesday, 16 August 2022
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Politik identitas bisa di artikan sebagai politik yang mengedepankan relasi emosional yang terkadang kurang memperhatikan pertimbangan rasional. Sehingga pilihan tersebut diambil lebih karena bersifat dorongan primordial yang kurang mengedepankan pilihan karena pertimbangan secara umum demi kemanfaatan.

Kemudian, menjadi sebuah pertanyaan, betulkah pilihan tersebut tidak sejalan dengan demokrasi dan kepentingan umum? Lalu kapan munculnya istilah politik identitas itu? Dan apakah politik identitas itu hanya terjadi belakangan ini, dan hanya dilakukan oleh segmen masyarakat tertentu?

Jika dilihat dari kacamata sejarah, sesungguhnya kecendrungan dan praktek politik identitas itu bukan sesuatu hal yang baru bahkan sejatinya kecendrungan ini telah ada sejak perjalanan sepanjang sejarah manusia itu ada.terutama pada poin penentuan kepemimpinan suatu wilayah atau daerah yang mana hal tersebut sudah ada dari masa ke masa di saat manusia itu ada.

Lihat Juga :  PT KAI Cirebon Akan Revitalisasi Pomphuis

Politik identitas yang di jadikan sebagai alat tempur dalam giat politik untuk memenangkan satu tujuan, memang menjadi hal yang memudahkan untuk dipetakan. Bisa diambil dalam beberapa faksi. Seperti ras, agama, suku, budaya dan hal lain sebagainya yang bersifat identitas yang dapat menyamakan persepsi secara primordial.

Hal tersebut menjadi satu kewajaran jika politik identitas itu harus digunakan sesuai dengan takaran yang tidak berlebihan. Karenanya akan menjadi satu keunggulan dalam metode berpolitik terutama jika kuantitas nya menguntungkan.

Namun, di satu sisi, politik identitas di negara demokrasi dapat membahayakan jika mobilitas sosial dan media yang menggiring ke arah yang berlebihan kemudian berdampak negatif pada tatanan demokrasi yang ada. Sehingga esensi per-politikan yang terjadi akan kisruh karena mengangkat poin politik identitas sebagai alat yang kuat dan penyebaran masif nya yang tidak wajar atau berlebihan dan tidak di batasi.

Lihat Juga :  Baru 18 Ribu Tiket Mudik yang Sudah Dipesan di Daop 3 Cirebon

Oleh karenanya, dalam memandang politik identitas sebagai senjata politik pemenangan di negara demokrasi, mesti ditinjau dari dua hal. Yang pertama dari aspek peluang sebagai kemaslahatan dan tantangan sebagai satu hal yang perlu dipastikan. Agar per-politikan yang terjadi tidak kacau balau disebabkan politik identitas yang berlebihan tanpa adanya takaran pasti yang dapat membendung nalar masyarakat yang memiliki rasa primordialitas berlebih.

Oleh: Yasir Sutisna

Ketua Umum HMI Cabang Cirebon

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Previous ArticleReprika Pedati Gede Pekalangan di Kawasan BAT Siap Dibangun
Next Article Kampanye Cegah Stunting, Pemkot Cirebon Jalan Kaki ke Kota Bandung

Related Posts

Pemkot dan KONI Mulai Persiapan PORPROV XVJabar 2026

Friday, 30 January 2026 Utama

Tahun 2025, Daop 3 Cirebon Tutup 16 Palang Pintu Ilegal

Friday, 30 January 2026 Utama

Tengah Dikaji, BUMD Barjas Akan Berdiri di Kabupaten Cirebon

Friday, 30 January 2026 Serba Serbi
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.