Mediacirebon.id – Salah satu bencana alam yang sering sekali terjadi di indonesia yaitu banjir. Banjir merupakan suatu keadaan yang diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi. Selain itu penyebab banjir juga sering disebabkan oleh ulah manusia. Permasalahan tentang sampah sering sekali dikaitkan dengan adanya bencana banjir. Maka dari itu diperlukan upaya-upaya yang dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah adanya banjir di indonesia. Pemerintah hadir karena adanya suatu komitmen bersama yang terjadi antara pemerintah dan rakyatnya, yang mana disimpulkan pemerintah diharapkan mampu untuk melindungi rakyat indonesia.
Bencana banjir hampir setiap musim melanda indonesia. Tidak dapat diprediksi bahwa kapan akan terjadinya banjir dan tidak dapat dipungkiri terjadinya, bencana banjir ini sering sekali dikaitkan oleh ulah manusia itu sendiri, yaitu membuang sampah di sungai. Membuang sampah di sungai dapat menyebabkan luapan air yang tinggi melebihi tinggi muka air normal sehingga melimpas dari palung sungai yang menyebabkan genangan air pada lahan rendah di sisi sungai. Akibatnya sistem pengairan air di sungai tidak mampu menampung akumulasi air hujan sehingga meluap ke permukaan dan terjadinya banjir.
Peran pemerintah dalam mencegah resiko terjadinya bencana banjir di indonesia tentunya berbeda- beda. Adanya koordinasi yang baik sebagai upaya penanggulangan bencana yang didasarkan pada koordinasi yang baik dan saling mendukung, serta harus melibatkan berbagai pihak secara langsung.
Dalam menanggulangi atau mencegah resiko bencana tidak cukup dilakukan oleh suatu kelompok saja. Dibutuhkan kerja sama dari pemerintah, kelompok atau organisasi masyarakat. Oleh karena itu dibutuhkan kerja sama yang baik dari manajemen bencana. Jika kerjasamanya berjalan dengan baik, maka manajemen bencananya juga akan berjalan dengan baik dan sukses mengurangi resiko bencana (Johan Minnie, 2010).
Pengertian pemerintah sebagai pelayan masyarakat yaitu pemerintah yang memiliki kewajiban dalam mengatasi banjir, melakukan hal- hal yang dapat mengurangi banjir seperti membuat waduk yang dapat menampung air hujan, dan menyediakan tempat sampah sembarangan. Selain itu masyarakat juga harus memiliki kesadaran dalam dirinya untuk menjaga lingkungan.
Pemerintah dan masyarakat dapat bekerja sama melakukan penanaman pohon di sekitar lahan kosong untuk mencegah resiko terjadinya bencana yang akan datang kapan saja. Salah satu kerja sama antara pemerintah dan masyarakat yaitu masyarakat berpartisipasi dalam ikut penyuluhan yang dilakukan oleh pihak BPBD.
Strategi untuk penanggulangan bencana sudah dilakukan dengan berbagai cara. Setiap penduduk harus memperhatikan saluran- saluran yang tersedia seperti selokan dll. Serta hal yang sangat penting yaitu jangan membuang sampah sembarangan karena hal tersebut sangat mempengaruhi terjadinya bencana banjir yang disebabkan oleh penyumbatan di saluran air. Pemerintah harus lebih memperhatikan terhadap pembuatan tanggul atau bendungan karena jika tanggul tersebut rusak maka dapat dimungkinkan bencana banjir akan terulang kembali.
Kepadatan penduduk juga sering sekali menjadi masalah penyebab terjadinya banjir. Kepadatan penduduk yang banyak sangat beresiko terjadinya banjir. Oleh karena itu, sebelum melakukan pemindahan, pemerintah yang menangani perencanaan pengembangan daerah dan penataan ruang sosialisasi kepada masyarakat dan memberitahukan dampak- dampak yang disebabkan oleh banjir.
Adapun cara yang sudah dilakukan oleh pemerintah kepada masyarakat untuk mengurangi kepadatan penduduk di indonesia adalah dengan membeli tanah yang ditempati masyarakat dan menghimbau agar masyarakat dapat pindah ke tempat yang lebih baik. Namun yang terjadi, masyarakat tidak ingin pindah ke tempat yang lebih baik untuk tinggal.
Jika masyarakat yang tinggal di tempat yang rendah bahkan dekat dengan bendungan, dan tidak segera di pindahkan, daerah tersebut akan sangat rawan dan mudah terjadi banjir. Sehingga akan banyak sekali korban yang berjatuhan dan kerugian yang dialami. Begitu pula masyarakat yang tinggal di perkotaan yang tentunya penduduknya, maka akan sangat rentan sekali terjadi banjir.
Partisipasi merupakan hal yang sangat dibutuhkan dalam proses pencegahan bencana banjir. Suatu daerah dikatakan rawan banjir berdasarkan sejarah dan tata letak daerah tersebut. Oleh karena itu pengaturan tata letak lahan sangat diperlukan untuk meminimalisir terjadinya bencana banjir di suatu daerah maupun perkotaaan. Faktor- faktor yang diyakini menjadi penyebab terjadinya banjir yaitu
Curah hujan yang cukup ekstrim dan tinggi.
Terbatasnya kapasitas volume aliran sungai
Saluran air yang tersumbat oleh sampah dan lumpur sehingga aliran air tidak lancar
Letak perumahan yang tidak memperhatikan kondisi lingkungan yang sewajarnya.
Pencegahan banjir juga memerlukan strategi yang sesuai agar bencana banjir tidak terjadi lagi. Salah satu aspek yang berkaitan erat dengan bencana banjir adalah kesatuan wilayah atau daerah aliran sungai (Nayirudin,2015). Dalam hal ini strategi dalam pengelolaan wilayah ( DAS) adalah..
Pengelolaan dan konservasi lahan pertanian
Pembuatan dan perbaikan saluran air
Pembangunan terjunan air dan sebagainya
Pemeliharaan tebing atau batasan sungai
Pengembangan infrastruktur yang sesuai untuk pencegahan banjir misalnya pembangunan sarana irigasi
Nama : Nabillah Anjani
Kelas : Ips 2 b
Nim : 2381040040
Asal : Iain Syekh Nurjati Cirebon