Mediacirebon.id – Lonjakan pemudik pada arus balik Lebaran yang ingin kembali ke perantauan melalui jalur arteri pantura, membawa berkah tersendiri bagi para pelaku usaha oleh-oleh di kawasan tersebut.
Salah satu toko oleh-oleh di kawasan Tengah Tani, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon tampak diserbu pembeli sejak awal musim mudik yang mayoritas adalah pemudik.
Berbagai jenis oleh-oleh seperti kerupuk khas Cirebon menjadi incaran utama para pemudik. Mulai dari kerupuk melarat hingga kerupuk kulit (rambak), produk-produk tersebut laris manis terjual.
Suasana toko terlihat ramai dipadati pengunjung. Deretan kerupuk berwarna-warni dalam kemasan plastik tergantung tersusun rapi di bagian depan toko, sehingga menarik perhatian pengendara yang melintas di jalur Pantura arah Jakarta.
Tak sedikit pemudik yang awalnya hanya berhenti melihat-lihat, namun akhirnya membeli jajanan oleh-oleh khas Cirebon.
Seorang pemudik asal Tegal tujuan Jakarta, Ramadan Eko Saputra (28), mengaku sengaja menepi setelah melihat toko oleh-oleh tersebut ramai dikunjungi pembeli.
“Di sini pilihannya beragam, mulai dari kerupuk kulit, kerupuk melarat, kerupuk jengkol hingga aneka jajanan khas Cirebon lainnya,” ungkapnya, Selasa (23/3/2026).
Menurutnya, kerupuk melarat menjadi salah satu yang paling diminati karena rasanya yang manis dan gurih. Selain itu, kerupuk jengkol super juga cukup banyak diburu pembeli.
Ia pun merekomendasikan para pemudik untuk mampir dan membeli oleh-oleh khas Cirebon saat melintas.
“Selain rasanya enak, harganya juga ramah di kantong, cocok untuk dibawa sebagai oleh-oleh,” tuturnya.
Ramainya pembeli pun mendongkrak omzet salah satu pedagang, Karlina. Ia mengaku omzet toko mengalami peningkatan di masa arus mudik dan arus balik.
“Alhamdulillah, dalam sehari omzet toko mencapai Rp 5 hingga Rp 6 juta atau naik 50 persen dibandingkan hari biasa,” ujar Karlina.
Ia menjelaskan bahwa lonjakan pembeli sudah terasa sejak awal arus mudik. Menurutnya, produk yang paling banyak diminati pemudik mulai dari kerupuk kulit, kerupuk melarat, terasi, dan berbagai jenis oleh-oleh lainnya.
“Pembeli yang datang kesini beragam, bahkan ada sebagian pembeli yang membeli dalam jumlah besar. Mungkin untuk dibagikan ke sanak saudara maupun tetangga untuk oleh-oleh,” jelasnya.
Hadirnya toko oleh-oleh di jalur Arteri Pantura yang dilewati para pemudik menjadi berkah tersendiri bagi para pelaku UMKM lokal, khususnya kawasan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon. (Rni)
