Close Menu
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Facebook X (Twitter) Instagram
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
SUBSCRIBE
  • Home
  • Utama
  • Pilkada 2024
  • Kriminal
  • Serba Serbi
  • Ekbis
  • Wakil Rakyat
  • Viral
  • Opini
  • Wisata & Kuliner
Media Cirebon
Home ยป Normalisasi Sungai, Salah Satu Program Prioritas PUPTR Kota Cirebon
Serba Serbi

Normalisasi Sungai, Salah Satu Program Prioritas PUPTR Kota Cirebon

Tuesday, 11 June 2024
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Bidang Pelayanan Sumber Daya Air (PSD) pada DPUTR Kota Cirebon tengah melakukan normalisasi sungai. (Foto. Ist)
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Mediacirebon.id – Program prioritas Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon tahun 2024 salah satunya normalisasi sungai. Sejauh ini DPUTR sudah melakukan normalisasi sejumlah sungai di daerah rawan banjir.

Kepala Bidang Pelayanan Sumber Daya Air pada DPUTR Kota Cirebon, Bagus Toni Umbara, S.E., mengatakan, tahun 2024 ini menargetkan 16 dari 25 sungai kewenangan Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon yang dinormalisasi.

“Kami sudah merencanakan untuk normalisasi, semoga target yang sudah ditetapkan bisa selesai,” kata Toni Umbara saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (11/6/2024).

Lihat Juga :  Bupati Cirebon Pastikan Jalan di Cirebon Timur Tetap Diperbaiki

Masih kata Toni Umbara, ada 9 sungai yang sudah dinormalisasi yakni Sungai Saluran Cimanggu, Sungai Kebat, Sungai Kalitanjung, Sungai Sijarak 2, Sungai Cipadu, anak Sungai Sijarak, Sungai Sijarak 1, Sungai Ledeng dan Sungai Kebat.

Sementara ada 7 sungai yang akan dinormalisasi yakni Sungai Langensari, Sungai Sontong, Sungai Kedung Pagak, Sungai Surapandan 1, Sungai Kedungmenjangan, Sungai Pengampaan dan Sungai Cikenis.

“Normalisasi sungai berdasarkan aduan dari masyarakat dan survei langsung ke lokasi,” jelasnya.

Sejauh ini kendala yang dialami sulitnya alat berat masuk ke sungai akibat tertutup bangunan di bantaran sungai. Selain itu, tebalnya sedimentasi akibat perilaku buruk masyarakat yang masih membuang sampah di sungai.

Lihat Juga :  Eks TPA Grenjeng Kota Cirebon Akan Jadi Kawasan Agroforestri

“Kami memohon kesadaran masyarakat untuk tidak mendirikan bangunan di bantaran sungai dan tidak membuang sampah sembarangan,” tuturnya.

Toni Umbara berharap, normalisasi sungai membuat aliran air dari hulu ke hilir lancar dan mampu menampung air kiriman yang datang dari hulu ke sungai di Kota Cirebon. Sehingga banjir di daerah rawan dapat dicegah sejak dini.

“Tentu banjir yang ada di daerah rawan bisa dicegah saat mulai memasuki musim penghujan nanti,” ujarnya. (Why)

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link
Previous ArticleDMI Kota Cirebon Imbau Panitia Kurban Amanah, Ini Sebabnya
Next Article Anggota DPRD Kota Cirebon Hadiri Penandatanganan NPHD

Related Posts

Tengah Dikaji, BUMD Barjas Akan Berdiri di Kabupaten Cirebon

Friday, 30 January 2026 Serba Serbi

Jigus Buka Turnamen Sirkuit Bridge Bupati Cup 2026

Saturday, 24 January 2026 Serba Serbi

Program Cinta Statistik, Digitaliasi Desa untuk Maksimalkan Pelayanan Publik

Wednesday, 21 January 2026 Serba Serbi
Media Cirebon
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
© 2026 PT Media Cirebon Kreatif.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.